Pencarian

Lakon Satire "Ibu Negara" Lanjong Foundation di Kaltim Kritik Gaya Kepemimpinan Lewat Adopsi Gestur Politik Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 • 23:56:01 WIB
Lakon Satire
Pementasan lakon satire "Ibu Negara" oleh Lanjong Foundation tampilkan kritik gaya kepemimpinan melalui gestur politik Prabowo.

SAMARINDA — Lanjong Foundation sukses mementaskan lakon teater satire bertajuk “Ibu Negara” yang secara berani mengadopsi bahasa tubuh dan gestur politik Presiden Prabowo Subianto. Pertunjukan ini menjadi kritik terbuka terhadap bahasa kekuasaan yang dominan dalam politik Indonesia saat ini.

Mengapa Gestur Prabowo Dipilih Sebagai Simbol Kritik?

Pementasan yang digelar di Samarinda ini memanfaatkan gerakan fisik dan intonasi vokal yang identik dengan gaya orasi Presiden ke-8 RI tersebut. Tim kreatif Lanjong Foundation sengaja memilih gestur tersebut sebagai representasi simbolis dari pola komunikasi kekuasaan yang hierarkis dan maskulin.

“Kami tidak sedang meniru, tapi mengkaji ulang bagaimana gestur tertentu bisa menjadi alat legitimasi kekuasaan,” ujar sutradara lakon dalam pernyataannya. Pendekatan ini menjadikan pertunjukan tidak sekadar hiburan, melainkan medium edukasi politik bagi penonton.

Apa Pesan yang Ingin Disampaikan Melalui Lakon “Ibu Negara”?

Satire dalam pementasan ini menyoroti kontradiksi antara citra publik dan realitas kebijakan. Lakon menggambarkan bagaimana bahasa tubuh yang tegas dan penuh percaya diri kerap digunakan untuk menutupi celah kebijakan yang tidak populer.

Lanjong Foundation mengemas kritik tersebut dalam narasi fiksi tentang seorang ibu negara yang harus menghadapi tekanan politik dan publik. Melalui adegan-adegan teatrikal, mereka mengajak penonton untuk lebih kritis dalam membaca pesan politik yang dikemas dalam bentuk pertunjukan budaya.

Bagaimana Respons Publik dan Pemerintah Daerah?

Pementasan ini mendapat sambutan hangat dari komunitas seni dan mahasiswa di Kalimantan Timur. Sejumlah akademisi dari Universitas Mulawarman turut hadir dan memberikan apresiasi atas keberanian Lanjong Foundation dalam menyajikan kritik sosial melalui medium seni pertunjukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah terkait isi lakon tersebut. Namun, penyelenggara memastikan bahwa pementasan berjalan lancar tanpa gangguan, menunjukkan bahwa ruang ekspresi seni di Kaltim masih cukup terbuka.

Apa yang Membuat Lakon Ini Berbeda dari Pementasan Lain?

Keunikan utama “Ibu Negara” terletak pada pendekatan fisik yang detail dalam meniru gestur politik. Tidak hanya dialog, tetapi juga postur berdiri, gerakan tangan, dan jeda bicara yang khas menjadi bagian dari narasi kritis. Hal ini membuat pertunjukan lebih hidup dan mudah dipahami oleh penonton awam sekalipun.

Lanjong Foundation berencana untuk mementaskan lakon ini di kota-kota lain di Kalimantan Timur sebagai bagian dari tur edukasi politik melalui seni. Mereka berharap pementasan ini bisa memicu diskusi publik yang lebih sehat tentang kepemimpinan dan demokrasi di Indonesia.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks