BALIKPAPAN — Sebanyak puluhan peserta dari agen perjalanan wisata, perwakilan KBRI, dan media lokal mengikuti Famtrip VII yang digelar Dinas Pariwisata Kalimantan Timur. Mereka diajak menyusuri Kota Balikpapan dan kawasan IKN selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Juni 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut pemilihan IKN sebagai destinasi utama bukan tanpa alasan. Menurutnya, kawasan itu kini menjadi ikon baru Indonesia yang menyedot perhatian wisatawan dunia.
“Kami ingin para pelaku industri pariwisata dan media melihat langsung perkembangan kawasan ini, sehingga mereka dapat menyampaikan pengalaman dan informasi yang akurat kepada wisatawan maupun calon wisatawan,” ujar Ririn dalam keterangannya, Kamis (12/6).
Masuk ke Area Istana Negara Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu momen yang paling membekas bagi peserta adalah kesempatan memasuki area Istana Negara di IKN. Muhammad Habib Akbar dari KBRI Brunei Darussalam mengaku ini adalah kunjungan keduanya, namun baru kali ini bisa masuk ke dalam ruangan istana.
“Waktu ke IKN memang sangat menarik. Pada kunjungan pertama kami hanya sempat berfoto di spot depan Istana Negara. Namun kali ini kami mendapatkan kesempatan yang sangat langka karena dapat masuk ke dalam ruangan-ruangan Istana Negara,” kata Habib.
Ia menyebut pengalaman itu menjadi momen yang tidak mudah didapatkan banyak orang dan memberikan kesan mendalam bagi para peserta. “Hal itu merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami,” ujarnya.
IKN sebagai Destinasi Wisata Modern di Tengah Hutan
Ririn Sari Dewi menambahkan, keberadaan IKN membuka peluang besar bagi sektor pariwisata Kaltim karena menawarkan pengalaman berbeda dibanding destinasi lain di Indonesia. Kawasan ini menyajikan perpaduan antara pembangunan masa depan dan nilai sejarah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya memiliki wisata alam, budaya, dan bahari, tetapi juga memiliki destinasi modern yang sarat nilai sejarah dan pembangunan masa depan bangsa,” tambahnya.
Melalui Famtrip VII ini, Dinas Pariwisata Kaltim berharap para peserta bisa menjadi duta promosi yang memperkenalkan Balikpapan dan IKN ke pasar wisata nasional maupun internasional. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi kedua kota tersebut sebagai tujuan wisata yang layak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.