Pencarian

Anggaran DP2KB Samarinda Cuma Rp10 Miliar, Komisi IV DPRD Desak Pemkot Tambah untuk Renovasi 10 Balai Penyuluhan yang Rusak Berat

Selasa, 14 Juli 2026 • 22:17:01 WIB
Anggaran DP2KB Samarinda Cuma Rp10 Miliar, Komisi IV DPRD Desak Pemkot Tambah untuk Renovasi 10 Balai Penyuluhan yang Rusak Berat
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda menyoroti ketimpangan anggaran DP2KB yang mayoritas terserap belanja pegawai.

SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa struktur anggaran DP2KB saat ini sangat timpang. Dari total pagu Rp10 miliar untuk tahun 2026, porsi terbesar justru habis untuk belanja pegawai dan operasional rutin, bukan untuk program strategis di lapangan.

"Sebagian besar APBD habis untuk gaji, tunjangan, dan kegiatan rutin lainnya. Akibatnya, keberlangsungan program unggulan di lapangan sangat bergantung pada kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat," ujar Puji di Samarinda, Selasa.

Kondisi 10 Balai Penyuluhan Kecamatan Memprihatinkan

Salah satu dampak langsung dari minimnya anggaran adalah rusaknya infrastruktur penunjang program kependudukan. Puji menyebut kantor utama DP2KB sudah sangat lama dan banyak bagian yang jebol. Kondisi serupa juga terjadi di 10 balai penyuluhan KB yang tersebar di setiap kecamatan.

"Kita ingin ada program Kampung KB Reborn dan integrasi satu data di setiap kecamatan. Bagaimana bisa terwujud kalau tempat dan sekretariatnya saja tidak ada karena rusak berat?" tegasnya.

Program Gemas Terancam, Kader di Lapangan Tetap Maksimal

Program unggulan seperti Gerakan Orang Tua Mengantar Anak Sekolah (Gemas) yang dinilai esensial untuk membangun ketahanan keluarga sejak dini juga terancam. Komisi IV mengapresiasi kinerja jajaran dinas hingga kader di akar rumput yang tetap berupaya maksimal meski dana terbatas.

"Kalau dibilang cukup, sebenarnya tidak cukup. Namun, dari laporan yang ada, mereka sudah berupaya maksimal dan semua program tetap berjalan," jelas Puji.

DPRD Minta Pemkot Tak Asal Bangun, Perlu Kajian Kebutuhan Riil

Menanggapi rencana revitalisasi fasilitas publik ke depan, DPRD mengingatkan pemerintah agar mendahului proyek fisik dengan kajian matang. Evaluasi terhadap kebutuhan riil di lapangan dan karakter masyarakat sekitar harus menjadi pertimbangan utama sebelum anggaran dikucurkan.

Langkah ini penting agar pembangunan gedung atau fasilitas pelayanan tidak berakhir menjadi bangunan yang sepi dan minim aktivitas. Pemerintah diharapkan hadir untuk memperkuat fasilitas yang memang sudah tumbuh dan dibutuhkan secara alami oleh masyarakat, sehingga penggunaan anggaran daerah bisa lebih tepat sasaran dan efisien.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks