Pencarian

Wakil Bupati Kutim Ingatkan Guru dan Orang Tua soal Pembentukan Karakter Anak Sejak SD, Bukan Cuma Akademik

Rabu, 15 Juli 2026 • 14:22:01 WIB
Wakil Bupati Kutim Ingatkan Guru dan Orang Tua soal Pembentukan Karakter Anak Sejak SD, Bukan Cuma Akademik
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SDN 006 Sangatta Utara.

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menekankan bahwa tujuan pendidikan tidak berhenti pada hasil ujian atau sekadar lulus dari bangku sekolah. Wakil Bupati Mahyunadi menyebut, output akademik harus berdampak nyata pada kehidupan peserta didik, termasuk kemampuan mereka mendapatkan pekerjaan layak dan berkontribusi di masyarakat.

Sinergi Tiga Pilar: Sekolah, Guru, dan Orang Tua

Mahyunadi mengingatkan bahwa pembentukan karakter anak tidak bisa dibebankan semata-mata kepada guru di sekolah. Peran orang tua dan lingkungan keluarga dinilai sama pentingnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

"Sinergi antara pemerintah, guru, dan orang tua/wali murid menjadi faktor penting dalam mencetak anak yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kompetensi yang mampu memenuhi standar," ujar Mahyunadi di Sangatta, Selasa.

MPLS Jadi Momentum Awal Pembentukan Karakter

Pesan ini disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SDN 006 Sangatta Utara pada Senin kemarin. Ia menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan pijakan awal yang sangat menentukan langkah anak ke depan.

Menurutnya, pendidikan di sekolah dasar tidak boleh hanya berorientasi pada kurikulum atau materi di dalam buku pelajaran. Justru, pembentukan karakter, moral, dan kedisiplinan harus ditanamkan sejak dini.

Pendidikan Investasi Jangka Panjang, Bukan Sekadar Nilai Rapot

Wakil bupati juga menyoroti pentingnya pembangunan mental dan spiritual peserta didik sebagai fondasi utama. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual.

"Pendidikan yang baik harus mampu mengantarkan generasi muda memperoleh pekerjaan yang layak, memiliki daya saing, serta mampu berkontribusi di mana pun mereka berada," katanya.

Ia menambahkan, guru harus mampu menciptakan suasana gembira dalam proses belajar sejak dini. Dengan begitu, anak-anak bisa mencintai hal-hal yang menjadi bakat masing-masing dan diikuti dengan gemar belajar. Pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, kata dia, merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak bisa instan.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks