Pencarian

Dinsos Samarinda Tahan Pengadaan Logistik Bencana 2026, Stok Dinilai Masih Aman untuk Banjir dan Kebakaran

Sabtu, 18 Juli 2026 • 18:29:31 WIB
Dinsos Samarinda Tahan Pengadaan Logistik Bencana 2026, Stok Dinilai Masih Aman untuk Banjir dan Kebakaran
Dinsos PM Samarinda menunda pengadaan logistik bencana baru untuk 2026 dengan alasan stok yang ada masih mencukupi.

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana tetap menjadi prioritas meskipun tidak ada anggaran pengadaan logistik baru pada tahun ini. Dinsos PM Samarinda memilih memaksimalkan stok yang tersimpan di gudang, yang dinilai masih dalam kondisi aman dan layak salur.

Stok Logistik Dinilai Masih Cukup untuk Penanganan Darurat

Muhammad Arif Surochman mengatakan keputusan menahan pengadaan diambil setelah pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persediaan yang ada. Stok bantuan seperti makanan siap saji, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan tidur masih mencukupi untuk mendukung respons cepat jika terjadi bencana.

“Persediaan yang ada masih cukup untuk mendukung penanganan darurat. Kami akan melakukan pengadaan kembali ketika stok mulai menipis dan memang diperlukan,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Mengapa Pengadaan Baru Ditunda?

Menurut Arif, pengelolaan logistik harus dilakukan secara cermat agar barang bantuan tetap dalam kondisi layak pakai saat dibutuhkan masyarakat. Pengadaan yang terlalu cepat berpotensi menyebabkan penumpukan barang di gudang, sementara sebagian jenis bantuan memiliki masa simpan yang perlu diperhatikan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk pengurangan kesiapan pemerintah, melainkan langkah pengelolaan logistik yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. “Pemerintah harus tetap siap setiap saat. Ketika terjadi bencana, bantuan harus bisa langsung bergerak sehingga masyarakat terdampak tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya,” katanya.

Anggaran Penanganan Bencana Tetap Tersedia

Meskipun pengadaan logistik baru ditunda, Dinsos PM memastikan dukungan anggaran untuk penanganan bencana tetap tersedia pada tahun ini. Pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk melakukan pengadaan tambahan apabila terjadi peningkatan kebutuhan akibat situasi darurat, seperti banjir atau kebakaran yang kerap melanda Samarinda.

Di tengah penyesuaian anggaran yang dilakukan sejumlah organisasi perangkat daerah, Arif memastikan layanan sosial dan program bantuan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan. “Program bantuan sosial tetap berjalan sesuai rencana. Pelayanan kepada masyarakat juga tetap menjadi prioritas yang harus dipertahankan,” tegasnya.

Kunci Respons Bencana: Kecepatan Distribusi

Ketersediaan logistik menjadi faktor penting dalam mendukung kecepatan respons pemerintah saat terjadi bencana. Pengalaman penanganan banjir dan kebakaran di Samarinda menunjukkan bahwa bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan keluarga, makanan siap saji, hingga kebutuhan tidur menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Dinsos PM terus memastikan seluruh stok bantuan berada dalam kondisi siap salur dan dapat didistribusikan dengan cepat ketika diperlukan. Menurut Arif, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya ditentukan oleh jumlah logistik yang tersedia, tetapi juga kemampuan pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat waktu kepada warga terdampak. “Yang paling penting adalah masyarakat segera mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Kecepatan respons dan ketepatan distribusi menjadi kunci dalam penanganan keadaan darurat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: infobenua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks