KALIMANTAN TIMUR — Data dari E-Mobility Europe, New Automotive, dan Fier Automotive menunjukkan bahwa pada Juni 2026 saja, registrasi BEV melesat 39,5 persen secara tahunan menjadi 275.060 unit. Pencapaian ini memperkuat momentum transisi ke kendaraan listrik di benua biru.
Prancis, Spanyol, dan Ceko Catat Rekor Penjualan
Prancis menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Negara tersebut mencatatkan rekor baru dengan 55.831 registrasi BEV pada Juni, setara dengan pangsa pasar 29,6 persen.
Tak hanya Prancis, Spanyol, Slovenia, dan Republik Ceko secara bersamaan juga menorehkan rekor penjualan dan pangsa pasar BEV masing-masing. Ini menandakan adopsi kendaraan listrik semakin meluas ke berbagai segmen pasar di Eropa.
Harga Rata-Rata BEV Naik 42 Persen, Model Besar Makin Diminati
Di Jerman, riset dari International Council on Clean Transportation dan Fraunhofer ISI mengungkapkan bahwa model BEV sebenarnya menjadi lebih terjangkau antara 2020 dan 2025. Namun, data Reuters pada Senin (20/7) menunjukkan harga rata-rata BEV justru meningkat 42 persen menjadi sekitar 53.000 Euro.
Kenaikan ini berbanding terbalik dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) yang hanya naik 15 persen. Penyebabnya adalah pergeseran permintaan konsumen ke arah mobil listrik berukuran lebih besar yang harganya lebih mahal.
Pilihan Model BEV Melejit, Jarak Tempuh Rata-Rata Membaik
Jumlah model BEV yang tersedia di pasar Eropa meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 159 model. Sebagai perbandingan, pilihan mobil konvensional justru menyusut menjadi 194 model.
Pabrikan juga terus meningkatkan kemampuan jelajah rata-rata BEV sekitar sepertiga dari periode sebelumnya. Perbaikan jarak tempuh ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara bagi pemilik kendaraan listrik.