Pencarian

23 Kali Kebakaran Lahan di Samarinda Sepanjang 2026, BPBD Sebut Ulah Manusia Jadi Pemicu Dominan

Jumat, 24 Juli 2026 • 20:15:31 WIB
23 Kali Kebakaran Lahan di Samarinda Sepanjang 2026, BPBD Sebut Ulah Manusia Jadi Pemicu Dominan
Petugas BPBD Samarinda memeriksa lokasi kebakaran lahan di Perumahan Artas, Jalan Damanhuri, Kelurahan Mugirejo, Selasa (14/7).

SAMARINDA — Ancaman kebakaran lahan di Kota Samarinda meningkat seiring berkurangnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 23 titik api telah muncul di berbagai wilayah sejak Januari hingga Juli 2026.

Total lahan yang terbakar mencapai 11 ribu meter persegi. Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan kondisi cuaca telah memasuki masa transisi menuju musim kemarau, dengan intensitas hujan yang diprediksi terus menurun.

Puncak Kemarau Diprediksi Juli-Agustus, El Nino Jadi Ancaman Tambahan

Menurut Suwarso, Juli hingga Agustus menjadi periode paling kritis. Pada fase ini, risiko kebakaran tidak hanya mengancam lahan kosong, tetapi juga kawasan strategis seperti tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Masuk di Juli hingga Agustus diperkirakan menjadi periode puncak kemarau. Kami juga mendapat peringatan terkait potensi El Nino yang bisa meningkatkan ancaman kebakaran,” kata Suwarso.

Fenomena El Nino disebut dapat memperparah kondisi kekeringan dan meningkatkan suhu udara, sehingga potensi kebakaran lahan semakin tinggi.

Pembakaran Lahan dan Sampah Jadi Modus Utama

Hasil evaluasi BPBD menunjukkan pola kejadian yang berulang. Sebagian besar kebakaran dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran sampah yang merembet, hingga dugaan unsur kesengajaan.

Kebakaran terbesar terjadi di Perumahan Artas, Jalan Damanhuri, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Api menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan dan sempat mengancam permukiman warga.

“Dan wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus pengawasan selama beberapa pekan ke depan,” jelas Suwarso, merujuk pada tiga kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi: Sambutan, Sungai Kunjang, dan Palaran.

Pernah Ada Korban Jiwa, BPBD Gencarkan Edukasi

Di balik rentetan kebakaran, BPBD mengingatkan tragedi masa lalu. Seorang warga di kawasan Sambutan dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak asap saat membakar lahan.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Kalau menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum meluas,” pungkas Suwarso.

BPBD mengoptimalkan peran Kelurahan Tangguh Bencana sebagai ujung tombak penanganan awal. Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) serta Manggala Agni terus diperkuat agar setiap laporan titik api bisa segera ditindaklanjuti.

Bagikan
Sumber: eksposkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks