Pencarian

Chelsea Didenda Rp200 Miliar atas Pelanggaran Pembayaran ke Agen, Hukuman Pengurangan Poin Dibatalkan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 09:12:31 WIB
Chelsea Didenda Rp200 Miliar atas Pelanggaran Pembayaran ke Agen, Hukuman Pengurangan Poin Dibatalkan
Komisi regulasi FA menjatuhkan denda 10 juta poundsterling kepada Chelsea atas pelanggaran pembayaran kepada agen pemain.

KALIMANTAN TIMUR — Keputusan ini mengakhiri penyelidikan panjang FA terhadap praktik pembayaran tersembunyi yang dilakukan Chelsea di era kepemilikan Roman Abramovich. Klub disebut telah melakukan pembayaran rahasia senilai 47 juta poundsterling kepada agen dan pihak ketiga yang tidak terdaftar dalam transfer pemain antara 2011 hingga 2018.

Menariknya, kasus ini justru terbongkar berkat laporan mandiri dari pemilik baru Chelsea, konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital, yang membeli klub pada 2022. Komisi regulasi menyebut tanpa pengakuan tersebut, kemungkinan besar pelanggaran ini tidak akan pernah terungkap.

Denda Awal Capai Rp520 Miliar, Dipangkas karena Pengakuan Klub

FA awalnya menjatuhkan denda 26 juta poundsterling atau sekitar Rp520 miliar. Namun angka itu berkurang drastis karena Chelsea dianggap kooperatif sejak awal. Pengakuan sukarela memangkas denda sepertiga menjadi 17,25 juta poundsterling, lalu dipotong lagi sepertiga menjadi 11,4 juta poundsterling karena klub langsung mengaku bersalah.

Potongan terakhir menjadi 10 juta poundsterling mempertimbangkan denda yang sudah dibayarkan Chelsea kepada UEFA dan Premier League dalam kasus serupa. Seluruh dana dari denda ini akan dialokasikan untuk pembinaan sepak bola akar rumput di Inggris.

Hukuman Enam Poin Dibatalkan, Larangan Transfer Digantung

Komisi regulasi awalnya menjatuhkan enam poin pengurangan yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027. Namun hukuman itu resmi "dikesampingkan" setelah banding. FA sendiri tidak pernah meminta hukuman pengurangan poin, dan Premier League juga tidak menjatuhkannya.

Soal larangan mendaftarkan pemain baru selama dua bursa transfer, sanksi ini tetap berlaku namun digantung. Artinya Chelsea masih bisa merekrut pemain selama tidak melakukan pelanggaran serupa dalam periode pengawasan.

Abramovich dan Jejak Lama yang Kini Menghantui

Seluruh pelanggaran terjadi ketika Abramovich masih menjadi pemilik Chelsea. Pengusaha Rusia itu menjual klub pada 2022 setelah dijatuhi sanksi oleh pemerintah Inggris atas dugaan keterkaitan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin — tuduhan yang dibantahnya.

Dana hasil penjualan Chelsea senilai 2,5 miliar poundsterling hingga kini masih dibekukan di rekening bank Inggris. Abramovich berjanji menyumbangkan dana tersebut untuk korban perang di Ukraina, namun pemerintah Inggris sempat mengancam akan menuntutnya agar dana benar-benar disalurkan untuk bantuan kemanusiaan Ukraina.

Sebelum kasus ini, Chelsea juga terkena larangan transfer akademi selama sembilan bulan dan denda 750 ribu poundsterling pada Maret 2024 terkait pendaftaran pemain muda periode 2019-2022. Kini dengan selesainya proses FA, Chelsea menyatakan semua prosedur regulasi terhadap klub telah ditutup.

Kasus Chelsea ini menjadi pengingat bahwa praktik pembayaran di bawah meja di era sepak bola modern tidak akan luput dari pengawasan. Sementara itu, Manchester City masih menunggu putusan atas 115 tuduhan pelanggaran yang mereka hadapi — dengan proses yang jauh lebih rumit dan panjang.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks