Pemerintah Kota Balikpapan memberikan apresiasi kepada PT PLN Nusantara Power UP Kaltimra bersama Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kaltim yang menyalurkan bantuan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kejuruan Terbuka di Balikpapan Utara. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi solusi strategis untuk membuka akses pendidikan bagi warga dan anak-anak putus sekolah di kota itu. Total alokasi dana tanggung jawab sosial dan lingkungan yang telah disalurkan perusahaan mencapai hampir Rp400 juta, tersebar dalam 12 program keberlanjutan.
BALIKPAPAN — Penyerahan bantuan pendidikan untuk keberlangsungan program Pepelingasih Mengajar berlangsung di Aula Kecamatan Balikpapan Utara. Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Camat Balikpapan Utara, serta manajemen PT PLN Nusantara Power UP Kaltimra.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh sinergi tersebut. Menurut dia, pengembangan pendidikan membutuhkan keterlibatan dunia usaha serta organisasi kepemudaan secara nyata.
"Pemerintah Kota Balikpapan mendukung penuh sinergi ini karena pengembangan pendidikan butuh keterlibatan dunia usaha serta organisasi kepemudaan secara nyata," kata Bagus Susetyo.
Ruang Belajar dan Pelatihan Public Speaking bagi Warga Putus Sekolah
Melalui program Pepelingasih Mengajar, relawan pemuda bersama PKBM Kejuruan Terbuka menyediakan ruang belajar, pelatihan keterampilan berbicara di depan umum, serta fasilitas pendidikan nonformal bagi warga dan anak-anak putus sekolah. Pemerintah daerah menilai langkah itu menjadi solusi strategis untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas.
Generasi muda di Balikpapan diharapkan memiliki modal keterampilan serta percaya diri untuk bersaing di dunia kerja. Ketua DPD Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra menyampaikan keterlibatan aktif pemuda dalam program tersebut bertujuan membina potensi, kepercayaan diri, dan wawasan anak-anak yang putus sekolah.
Lewat pendampingan belajar dan pelatihan public speaking, Pepelingasih Kaltim berupaya memberikan solusi sosial langsung agar generasi muda di Balikpapan memiliki keberanian untuk kembali mengejar cita-citanya.
Dana CSR Tersebar di 12 Program Keberlanjutan
Asisten Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Kaltimra Zul Afif Nugroho menjelaskan bantuan pendidikan bertajuk Derma Nusantara tersebut merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Kategori pekerjaan PLN Nusantara Power UP Kaltimra mencakup wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
"Bantuan ini merupakan salah satu CSR kami yang bekerja sama dengan yayasan. Kategori pekerjaan kami di PLN Nusantara Power UP Kaltimra mencakup wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," kata Zul Afif.
Total alokasi dana CSR yang telah disalurkan perusahaan sejauh ini mencapai hampir Rp400 juta. Dana itu tersebar di 12 program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan di dua provinsi tersebut.
"Kami berharap program CSR yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.
Model Pembangunan SDM Berbasis Gotong Royong
Sinergi lintas sektor antara Pemkot Balikpapan, PLN Nusantara Power, Pepelingasih, dan PKBM Kejuruan Terbuka diharapkan menjadi model pembangunan sumber daya manusia berbasis gotong royong di tingkat daerah. Pola itu dinilai dapat menjangkau lebih banyak warga yang selama ini terkendala akses pendidikan formal.
Pemkot Balikpapan menilai kolaborasi dunia usaha dan organisasi kepemudaan menjadi salah satu kunci memperluas layanan pendidikan nonformal. Program Pepelingasih Mengajar menyasar warga dan anak putus sekolah agar kembali memiliki ruang belajar yang terstruktur.