KALIMANTAN TIMUR — Penyanyi cilik Krishna Sakti merilis dua single terbaru bertajuk "Semesta Tertawa" dan "Mengejar Terang" dalam konferensi pers di Liberta Hotel Kemang, Jakarta. Kedua lagu digarap komposer Arsha Composer, dengan "Semesta Tertawa" mengusung pesan perdamaian dan "Mengejar Terang" mengangkat isu bullying pada anak. Pelantun berusia 12 tahun ini berharap karyanya bisa menghidupkan kembali lagu anak-anak di Indonesia.
Komposer Muhammad Arsha, yang dikenal sebagai Arsha Composer, mengungkapkan bahwa "Semesta Tertawa" lahir dari gagasan sederhana tentang ajakan berbuat baik. Menurutnya, pesan saling menghargai menjadi kunci terciptanya perdamaian yang pada akhirnya membawa kebahagiaan.
"Semesta Tertawa ini adalah sebuah lagu yang sebenarnya tentang ajakan berbuat kebaikan. Pada akhirnya saling menghargai ini sehingga tercipta perdamaian. Ketika perdamaian tercipta, insya Allah semesta tertawa, bahagia," jelas Arsha dalam konferensi pers Perilisan Karya Terbaru Krishna Sakti di Liberta Hotel Kemang, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Mengejar Terang dan Isu Bullying
Berbeda dari single pertamanya, "Mengejar Terang" membawa tema yang lebih serius. Arsha menyebut lagu ini menyoroti kasus bullying yang kerap dialami anak-anak, termasuk pengalaman diremehkan, tidak dianggap, dan dibeda-bedakan oleh lingkungan sekitar.
Ia menilai lirik "Mengejar Terang" mungkin dianggap memiliki nuansa dewasa, tapi pesannya tetap bisa dipahami anak-anak. Menurut Arsha, anak-anak yang mengalami perundungan justru perlu mendengar pesan semacam ini sejak dini.
"Secara lirik mungkin sebagian berpendapat liriknya agak dewasa. Tapi sebenarnya itu bisa dilihat oleh anak-anak. Kasus bullying itu bagaimana diremehkan, tidak dianggap, dibeda-bedakan oleh sekitarnya. Itu bisa terjadi," ujar Arsha.
Harapan agar Pesan Melekat pada Krishna
Arsha berharap dua lagu ini tidak hanya dikenal publik, tapi juga benar-benar melekat pada diri Krishna Sakti. Musisi yang sudah berkarier lebih dari satu dekade itu ingin pesan dalam lagu tercermin lewat sikap sehari-hari penyanyinya.
"Harapannya kalau fokus untuk Krisna bahwa dua lagu ini bisa benar-benar pertama melekat ke publik, tapi melekat dirinya sendiri," tuturnya.
Ia mencontohkan pesan menyebarkan cinta dan saling menghargai dalam "Semesta Tertawa". Menurut Arsha, seorang penyanyi tidak cukup hanya menyanyikan pesan itu, tapi juga harus mempraktikkannya.
"Jangan sampai ketika kita misalnya ada lagu sebarkan cinta, tapi dirinya sendiri tidak bisa menyebarkan cinta. Nah, jadi saya pilih lagu ini Semesta Tertawa. Dia juga bisa saling menghargai, rukun seperti itu," katanya.
Misi Hidupkan Lagu Anak-Anak
Krishna Sakti menyampaikan keinginannya ikut menghidupkan kembali lagu anak-anak di Indonesia. Pelantun berusia 12 tahun itu menilai anak-anak sekarang butuh lagu yang sesuai dengan usia mereka, seiring makin sedikitnya lagu anak yang beredar.
"Harapanku, aku ingin menyebarluaskan lagu anak-anak ke anak-anak Indonesia karena sekarang tuh lagu anak-anak tuh dikit banget. Anak-anak sekarang itu kebanyakan nyanyi lagu dewasa dan lain-lain, itu tidak sesuai dengan umurnya," ujar Krishna.
Ia menambahkan ingin anak-anak di luar sana mendengarkan lagu sesuai umur mereka melalui karya-karya yang dirilisnya. "Aku ingin menyebarluaskan lagu anak-anak agar anak-anak tuh lagunya sesuai dengan umurnya," tambahnya.
Bangga dengan Pencapaian
Peraih penghargaan dalam Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 itu mengaku bangga melihat posisinya sekarang. Sejak kecil, Krishna memang sudah bercita-cita menjadi musisi yang dikenal banyak orang.
"Perasaan aku sih pasti bangga ya sama diri aku sendiri karena aku memang dari kecil sudah bermimpi untuk menjadi besar," ujarnya.
Rilisnya dua single ini menambah daftar karya Krishna Sakti di industri musik anak Indonesia, sekaligus menegaskan arah kariernya sebagai penyanyi cilik yang membawa pesan sosial lewat lagu.