KUTAI KARTANEGARA — Operasi pencarian yang berlangsung sejak Rabu berakhir dengan temuan tragis. Jufri ditemukan mengapung di perairan setelah tim menyisir area seluas 96,31 mil laut persegi bersama sejumlah kapal yang melintas.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan menerima laporan hilangnya korban sekitar pukul 11.30 WITA, Rabu (21/10/2026), atau sekitar satu jam setelah kapal yang ditumpangi tiga nelayan dihantam ombak.
Kapal Berangkat Subuh, Dihantam Ombak di Muara Kembang
Ketiga nelayan bertolak melaut sekitar pukul 05.00 WITA untuk mencari ikan. Sekitar pukul 10.30 WITA, kapal mereka terbalik di perairan Muara Kembang.
Dua orang, Irfan (30) dan Rian (20), berhasil menyelamatkan diri. Jufri terseret ombak dan dinyatakan hilang hingga laporan diterima tim SAR.
Danru SAR Ari Triyanto, S.E., menyatakan pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan berbagai unsur SAR Gabungan. Selain menyisir perairan, tim melakukan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas agar melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Evakuasi ke Pelabuhan Handil, Operasi SAR Diusulkan Ditutup
Setelah beberapa jam pencarian pada Kamis pagi, korban ditemukan sekitar 12,4 mil laut dari lokasi kejadian. "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," demikian keterangan Tim SAR.
Jenazah Jufri dievakuasi menuju Pelabuhan Handil, Muara Jawa. Dari lokasi tersebut, korban dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel yang terlibat melaksanakan debriefing sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.
Peringatan untuk Nelayan soal Cuaca dan Keselamatan Pelayaran
Basarnas Balikpapan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. Lembaga itu juga mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan keselamatan pelayaran sebelum memutuskan untuk melaut.