KALIMANTAN TIMUR — Episode pekan ini dari Windows Central Podcast menghadirkan diskusi panas antara Daniel Rubino dan Jez Corden. Mereka membahas tiga isu besar: kenaikan harga ponsel lipat Samsung, praktik iklan paksa pada monitor LG, dan kabar baik bagi gamer PC yang ingin memainkan gim lawas Xbox.
Samsung resmi mengumumkan Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Kedua perangkat hadir dengan peningkatan spesifikasi, namun harga yang dibanderol membuat banyak calon pembeli bergidik. Rubino dan Corden sama-sama mengaku kaget dengan banderol yang disebut "melangit" (through the roof).
Sayangnya, rincian harga spesifik per varian belum diungkap dalam podcast. Namun, tren kenaikan harga dari generasi sebelumnya sudah terlihat jelas. Pengguna di Indonesia yang menanti ponsel lipat ini perlu menyiapkan budget lebih besar.
Di segmen berita teknologi, Rubino dan Corden menyoroti praktik kontroversial LG. Beberapa monitor LG terbaru diketahui memunculkan pop-up iklan McAfee secara paksa. Ini memicu diskusi tentang "enshittification" perangkat keras, yaitu tren di mana produsen memasukkan perangkat lunak yang tidak diinginkan ke produk premium untuk meraup pendapatan tambahan.
Bagi pengguna di Indonesia, praktik ini bisa menjadi pertimbangan saat memilih monitor. Jika Anda membeli monitor LG dan tiba-tiba muncul iklan antivirus, itu bukan bug, melainkan fitur yang sengaja ditanamkan.
Kabar gembira datang untuk para penggemar gim retro. Microsoft dilaporkan membawa emulasi native untuk gim Xbox generasi pertama (OG Xbox) ke PC Windows. Ini adalah langkah besar untuk preservasi gim, karena banyak judul klasik yang sebelumnya hanya bisa dimainkan di konsol asli atau melalui emulator tidak resmi.
Jez Corden menyebut penemuan ini sebagai terobosan. Dengan dukungan resmi dari Microsoft, gamer PC tidak perlu lagi repot mengatur emulator pihak ketiga. Daftar gim yang kompatibel dan tanggal rilis fitur ini belum diumumkan secara resmi.
Podcast ini juga menyajikan cuplikan wawancara eksklusif Jez Corden dengan Todd Howard, direktur eksekutif Bethesda. Wawancara dilakukan di tengah gelombang PHK besar-besaran di Zenimax, perusahaan induk Bethesda. Corden mengontekstualisasikan PHK brutal ini dengan ambisi besar studio untuk merilis The Elder Scrolls 6 dan Fallout 5.
"Situasi ini sangat kontras," kata Corden dalam podcast. "Di satu sisi, mereka mempekerjakan ribuan orang untuk proyek raksasa, di sisi lain mereka memberhentikan staf yang sudah bertahun-tahun mengabdi."
Rubino dan Corden juga membahas laporan Jason Schreier yang menyebut sejumlah pimpinan studio Xbox tidak menyukai model bisnis Game Pass. Menurut laporan itu, para studio head khawatir Game Pass menekan pendapatan dari penjualan gim secara tradisional. Kedua host berdebat tentang validitas laporan tersebut dan mengusulkan tingkatan langganan baru yang lebih adil bagi developer.
Di tengah berbagai kontroversi, ada kabar positif untuk divisi hardware Microsoft. Penjualan konsol Xbox melonjak hingga 86 persen pada Juni lalu. Lonjakan ini disebut sebagai kejutan, karena biasanya penjualan konsol melandai di pertengahan tahun. Rubino menduga faktor pendorongnya adalah rilis gim besar dan diskon besar-besaran.
Bagi konsumen Indonesia, kenaikan penjualan ini bisa berarti ketersediaan stok yang lebih baik di toko ritel, meskipun harga Xbox Series X/S di Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan kompetitor.
Episode lengkap Windows Central Podcast bisa disimak di Spotify, Apple Podcasts, atau YouTube. Jika Anda memiliki pertanyaan untuk dijawab di episode selanjutnya, kirim ke podcast@windowscentral.com.