SAMARINDA — Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Baba, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan sidak ke Bendali HM Ardans, Senin lalu. Langkah ini diambil untuk mengecek secara langsung potensi rembesan yang bisa mengurangi efektivitas bendali sebagai pengendali banjir di Kota Samarinda.
Apa yang Dicari dalam Sidak Bendali HM Ardans?
Dalam sidak tersebut, tim fokus memeriksa kondisi fisik bendali, terutama titik-titik yang rawan bocor atau rembes. Menurut Baba, potensi rembesan kecil sekalipun bisa berdampak besar jika tidak segera ditangani, terutama saat debit air sungai meningkat. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya preventif agar infrastruktur pengendali banjir yang sudah ada tidak sia-sia.
“Kami ingin memastikan tidak ada kebocoran atau rembesan yang bisa mengurangi fungsi bendali. Ini penting karena Bendali HM Ardans adalah salah satu infrastruktur kunci untuk mengendalikan banjir di Samarinda,” ujar Baba dalam keterangannya.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Inspeksi Mendadak Ini?
Inspeksi ini melibatkan lintas instansi, mulai dari Komisi IV DPRD Kaltim sebagai pengawas, hingga Dinas PUPR dan BPBD sebagai pelaksana teknis. Keterlibatan BPBD menunjukkan bahwa sidak ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapsiagaan bencana. PUPR sendiri bertanggung jawab atas pemeliharaan fisik bendali, sementara BPBD akan memetakan risiko jika terjadi kegagalan fungsi.
Baba menambahkan, koordinasi antara legislatif dan eksekutif harus terus diperkuat agar penanganan banjir tidak parsial. “Kami di DPRD akan terus mengawal, jangan sampai ada kelalaian yang merugikan warga,” tegasnya.
Mengapa Bendali HM Ardans Jadi Prioritas?
Bendali HM Ardans merupakan salah satu infrastruktur vital di Samarinda yang berfungsi menahan dan mengatur aliran air dari hulu. Jika bendali ini bocor atau tidak berfungsi optimal, risiko banjir di permukiman sekitar, terutama di daerah rendah, akan meningkat. Sidak ini menjadi langkah antisipasi agar musim hujan tahun ini tidak menimbulkan dampak luas bagi warga.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di beberapa titik yang dianggap rawan. Hasil sidak akan dibawa ke rapat dengar pendapat antara DPRD, PUPR, dan BPBD untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya.
Apakah ada dampak langsung bagi warga Samarinda?
Belum ada dampak langsung yang dirasakan warga dari sidak ini. Namun, hasil pemeriksaan akan menentukan apakah perlu ada perbaikan darurat atau tidak. Jika ditemukan kerusakan, perbaikan akan segera dilakukan untuk mencegah banjir saat hujan deras mengguyur Samarinda.