BALIKPAPAN — Sebanyak 30 peserta mengikuti kursus kepelatihan lisensi D yang digelar Askot PSSI Balikpapan. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk pemain aktif dari PSIS Semarang dan Persiba Balikpapan, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan kepelatihan.
Kursus ini merupakan bagian dari program PSSI untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional dari tingkat akar rumput. Para peserta mendapatkan materi tentang teknik dasar, metodologi latihan, serta psikologi olahraga yang relevan untuk pembinaan pemain usia dini.
Siapa Saja Peserta yang Terlibat?
Peserta kursus berasal dari berbagai klub dan akademi di Balikpapan dan sekitarnya. Kehadiran pemain aktif dari PSIS Semarang dan Persiba Balikpapan menjadi sorotan, karena biasanya pemain lebih fokus pada karier bermain ketimbang mengambil lisensi kepelatihan sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta. Ini bukti bahwa kesadaran akan pentingnya lisensi kepelatihan semakin tinggi,” ujar perwakilan Askot PSSI Balikpapan dalam keterangannya.
Mengapa Lisensi D Penting untuk Sepak Bola Daerah?
Lisensi D merupakan jenjang pertama dalam sistem lisensi kepelatihan PSSI. Dengan memiliki lisensi ini, seorang pelatih diakui secara resmi dan bisa melatih di level sekolah sepak bola (SSB) serta klub-klub usia muda. Ini menjadi modal penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang profesional di daerah.
Di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, kebutuhan akan pelatih bersertifikat semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah SSB dan turnamen usia muda. Kursus ini diharapkan bisa mencetak lebih banyak pelatih lokal yang kompeten.
Apa Dampak Langsung bagi Pembinaan Pemain Muda?
Dengan bertambahnya pelatih bersertifikat, kualitas latihan di SSB dan akademi di Balikpapan diharapkan meningkat. Pelatih yang terlisensi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang periodisasi latihan, pencegahan cedera, dan pengembangan karakter pemain.
“Ke depan, kami ingin memastikan setiap SSB di Balikpapan memiliki setidaknya satu pelatih berlisensi D. Ini target minimal untuk pembinaan usia dini,” tambahnya.
Bagaimana Prospek ke Depan?
Askot PSSI Balikpapan berencana menggelar kursus lanjutan, termasuk lisensi C dan B, jika peminat terus bertambah. Keberhasilan kursus ini juga menjadi indikator bahwa sepak bola di Kalimantan Timur mulai serius dalam pengembangan sumber daya manusia.
Tak hanya itu, kerja sama dengan klub-klub profesional seperti PSIS Semarang dan Persiba diharapkan bisa membuka peluang magang atau pertukaran pelatih di masa mendatang. Ini akan memperkaya pengalaman pelatih lokal.