Pencarian

Kepala Dinkes Kaltim Tegaskan Satpam hingga Petugas Kebersihan Rumah Sakit Wajib Kuasai Prosedur Cuci Tangan Demi Keselamatan Pasien

Kamis, 04 Juni 2026 • 18:51:31 WIB
Kepala Dinkes Kaltim Tegaskan Satpam hingga Petugas Kebersihan Rumah Sakit Wajib Kuasai Prosedur Cuci Tangan Demi Keselamatan Pasien
Kepala Dinkes Kaltim menekankan pentingnya penguasaan prosedur cuci tangan oleh seluruh petugas rumah sakit.

SAMARINDA — Budaya keselamatan pasien di rumah sakit tidak lagi menjadi monopoli tenaga medis. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin menekankan bahwa seluruh sumber daya manusia di fasilitas kesehatan, termasuk tenaga non-medis, wajib memahami dan menerapkan standar prosedur dasar.

“Patient safety itu menjadi tanggung jawab rumah sakit. Mulai dari perawat, dokter, tenaga penunjang, petugas kebersihan sampai satpam harus terlibat dalam peningkatan pelayanan kepada pasien,” ujarnya di Dinkes Kaltim Samarinda, Selasa (2/6/2026).

Satpam Harus Mampu Cuci Tangan Enam Langkah

Jaya menjelaskan bahwa dalam standar akreditasi rumah sakit, setiap petugas wajib menguasai prosedur kebersihan dasar. Seorang satpam, menurutnya, tidak cukup hanya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga harus memahami teknik mencuci tangan yang benar untuk mencegah infeksi nosokomial.

“Satpam harus bisa cuci tangan yang benar. Mereka bukan hanya mengamankan lingkungan, tetapi juga membantu mencegah penyebaran infeksi di rumah sakit,” katanya.

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan dan bisa menular melalui kontak fisik, termasuk dari tangan petugas yang tidak steril.

Paradigma Baru: Dari Dokter Center ke Patient Center

Jaya menyebut bahwa sistem pelayanan kesehatan di Indonesia telah bergeser. Jika sebelumnya pelayanan berpusat pada dokter (doctor centered), kini pendekatan yang digunakan adalah patient centered atau berpusat pada pasien.

“Kalau dulu dokter center, sekarang patient center. Semua pengelola asuhan pasien bekerja bersama-sama. Tidak hanya dokter, tetapi juga perawat, apoteker, tenaga penunjang, satpam, cleaning service hingga manajemen,” jelasnya.

Dalam konsep ini, seluruh informasi pelayanan pasien harus terintegrasi dalam satu sistem. Jaya menekankan bahwa rumah sakit wajib memiliki sistem yang mampu mengelola data pasien secara terpadu agar kualitas layanan dan keselamatan terjamin.

Kolaborasi Lintas Profesi Kunci Keberhasilan

Menurut Kepala Dinkes Kaltim, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak lagi ditentukan oleh satu profesi tertentu. Justru, kolaborasi seluruh sumber daya manusia di rumah sakit menjadi faktor penentu dalam memberikan layanan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Manajemen rumah sakit, lanjutnya, memiliki tanggung jawab menciptakan iklim kerja yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Budaya tersebut harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh masyarakat rumah sakit tanpa terkecuali.

Dinkes Kaltim akan terus memantau penerapan standar keselamatan pasien di seluruh rumah sakit di provinsi tersebut, termasuk memastikan pelatihan prosedur dasar bagi tenaga non-medis berjalan rutin.

Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks