JAKARTA — Angka kematian akibat lubang bekas tambang di Kalimantan Timur terus bertambah, kali ini memakan korban ke-53. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat merespons tragedi berulang itu dengan pernyataan yang singkat namun menohok: "Taubat ekologis nasional."
Jumhur menyampaikan hal tersebut kepada Ekspos Kaltim, Senin (8/6/2026). Saat ditanya lebih lanjut soal kemungkinan investigasi oleh Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLH, ia kembali menjawab pendek: "Saya mau ke Kaltim."
53 Korban Jiwa dan Satu Lubang Tambang yang Sama
Korban terbaru, Muhammad Aji Wardana (29), dilaporkan tenggelam di lubang tambang milik PT Energi Cahaya Industritama (ECI) di Kelurahan Bantuas, Samarinda. Ia menjadi korban keempat yang tewas di area tambang perusahaan yang sama sejak 2014.
Sebelumnya, Nadia Zaskia Putri (10) meninggal di lokasi itu pada April 2014. Dua tahun kemudian, pada November 2016, dua remaja—Dias Mahendra (15) dan Edi Kurniawan (15)—juga tewas tenggelam di lubang yang sama. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim mencatat, total sudah 53 jiwa melayang akibat lubang tambang di provinsi ini.
JATAM: Ini Bukan Kecelakaan, Ini Kegagalan Perusahaan
"Bagi JATAM Kaltim, kematian ini bukan sekadar kecelakaan. Ini adalah bukti nyata kegagalan perusahaan menjalankan kewajiban perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat," ujar Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing.
Organisasi itu mendesak penghentian sementara aktivitas PT ECI hingga investigasi menyeluruh dilakukan. Mereka juga meminta kepolisian mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian korban, serta mendorong audit terhadap seluruh lubang tambang perusahaan tersebut.
"53 korban jiwa adalah angka yang terlalu besar untuk disebut kebetulan. Setiap korban memiliki nama, keluarga, mimpi, dan masa depan yang hilang," tulis Mustari dalam pernyataannya.
Janji "Taubat Ekologis" di Tengah Kesibukan IKN
Sebelum merespons kasus terbaru ini, Jumhur sebenarnya sudah menyinggung soal pemulihan lingkungan pascatambang saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kalimantan Timur, Sabtu (6/6/2026). Saat itu, ia menanggapi pemaparan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono soal rehabilitasi kawasan bekas tambang di Bukit Soeharto.
"Banyak sekali kegiatan penambangan tidak dikembalikan. Mudah-mudahan inisiatif bapak Kepala Otorita IKN memulihkan kembali dapat menggelitik mereka-mereka yang mendukung tambang," kata Jumhur.
Jumhur menegaskan, perusahaan yang telah menikmati keuntungan dari eksploitasi sumber daya alam wajib memulihkan lingkungan. Ia juga berjanji akan menggelar "tobat ekologis di pinggir lubang" saat tiba di Kaltim nanti.
Sekadar informasi, Jumhur Hidayat resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 27 April 2026, menggantikan Hanif Faisol. Sebelum menjabat menteri, ia dikenal sebagai Ketua Umum KSPSI dan tokoh buruh nasional.