Pencarian

Waka Komisi XIII DPR Dorong Program Bedah Rumah Napi di Sukabumi Jadi Model Nasional, Anggarkan dari Hasil Panen Lapas

Kamis, 11 Juni 2026 • 02:26:01 WIB
Waka Komisi XIII DPR Dorong Program Bedah Rumah Napi di Sukabumi Jadi Model Nasional, Anggarkan dari Hasil Panen Lapas
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Dorong Program Bedah Rumah Napi di Sukabumi Jadi Model Nasional.

SUKABUMI — Program bedah rumah yang melibatkan narapidana sebagai tenaga kerja mendapat sorotan positif dari DPR. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara menyebut terobosan ini membuktikan bahwa pemasyarakatan tak sekadar menjalankan fungsi integrasi, tetapi juga hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Program seperti ini merupakan suatu terobosan. Pemasyarakatan tidak hanya bagaimana melakukan upaya integrasi bagi warga binaan ke rakyat, tapi sudah langsung terjun secara nyata ke masyarakat," kata Dewi saat meninjau penyerahan bansos di Lapas Warungkiara, Sukabumi, Rabu (10/6/2026).

Biaya Operasional dari Panen Warga Binaan

Yang membedakan program ini dari bansos bedah rumah pada umumnya adalah sumber pendanaannya. Dewi mengungkapkan bahwa seluruh biaya kegiatan berasal dari hasil panen program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Kementerian Imipas secara mandiri.

"Biayanya ini semua dilakukan secara mandiri full dari hasil-hasil panen program ketahanan pangan," ungkap dia.

Dalam proses pembangunannya, narapidana dilibatkan langsung sebagai pekerja, mulai dari membuat bahan bangunan hingga merenovasi rumah warga. Dewi menilai keterlibatan ini sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi napi saat kembali ke masyarakat.

Dorong Replikasi di Daerah Lain, Manfaatkan Limbah PLTU

Dalam kesempatan yang sama, Dewi juga menyoroti potensi pemanfaatan limbah batu bara di sekitar Lapas Warungkiara. Ia membandingkan dengan praktik di lapas Tangerang yang telah memproduksi paving block dari limbah batu bara.

"Nah, jarak antara Warungkiara dengan Pelabuhan Ratu sekitar 15 menit. Ke depan mohon bantuannya Pak Bupati supaya bisa memanfaatkan limbah dari batu bara yang ada di Pelabuhan Ratu," kata Dewi.

Limbah tersebut, lanjutnya, bisa diolah menjadi PABA (prefabricated coal ash) atau bahan baku paving block. Dengan begitu, selain mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga bisa menekan biaya produksi material bangunan untuk bedah rumah.

Reintegrasi Lewat Karya Nyata

Dewi menekankan bahwa program ini merupakan contoh nyata proses reintegrasi dan asimilasi. Ia meminta media untuk turut menyebarluaskan sisi positif dari pembinaan di lapas.

"Kita bisa membuktikan bahwa banyak upaya-upaya positif yang telah dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka persiapan reintegrasi warga binaan kembali ke masyarakat," pungkas dia.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks