SAMARINDA — Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Kalimantan Timur melaporkan perkembangan penanganan 39 calon siswa yang sempat tidak tertampung di SMBP. Ketua TRCPPA Kaltim Rina Zainun mengatakan, 30 anak sudah bisa memulai tahun ajaran baru.
Enam Calon Siswa Terjebak Administrasi, Tiga Lainnya Nihil Sekolah
Dari 30 anak yang sudah mendapat kepastian, sebagian diterima di SMP negeri dan sebagian lainnya difasilitasi masuk sekolah swasta. Rina menjelaskan, pihaknya mencarikan sekolah swasta yang bersedia menggratiskan biaya bagi siswa tidak mampu.
"Alhamdulillah sudah ada 30 yang mendapatkan sekolah. Ada yang di sekolah negeri, ada juga di swasta. Untuk yang tidak mampu kami carikan sekolah swasta yang menggratiskan SPP selama satu tahun, bebas uang gedung, bebas uang partisipasi, bahkan mendapat seragam gratis," ujarnya kepada detikKalimantan, Senin (13/7/2026).
Namun, masih ada enam calon siswa yang sebenarnya telah diterima oleh sekolah tujuan. Rina menyebut, pihak sekolah belum berani menetapkan status penerimaan karena menunggu surat edaran atau keputusan resmi dari Disdikbud Samarinda sebagai dasar administrasi.
"Data mereka sudah diterima sekolah, tapi sekolah masih menunggu surat edaran atau keputusan resmi dari Dinas Pendidikan. Tanpa itu mereka tidak berani menetapkan karena harus ada dasar administrasinya," jelas Rina.
Sementara itu, tiga calon siswa lainnya hingga kini belum memperoleh sekolah sama sekali.
Komitmen Wali Kota vs. Birokrasi: TRCPPA Siap Datangi Kantor Wali Kota Lagi
TRCPPA mendesak Disdikbud segera menerbitkan keputusan agar seluruh siswa yang telah diusulkan bisa mengikuti proses belajar mengajar. Rina mengingatkan komitmen Wali Kota Samarinda Andi Harun yang menyatakan seluruh anak harus memperoleh hak pendidikan.
"Kami menghormati komitmen Pak Wali Kota bahwa semua anak harus mendapatkan hak pendidikannya. Karena itu kami berharap persoalan ini segera selesai. Kalau setelah MPLS masih ada yang belum mendapatkan kepastian, kami akan datang lagi ke kantor Wali Kota. Yang terpenting sekarang semua anak harus bisa sekolah," pungkas Rina.
Persoalan ini menjadi ujian bagi janji pemkot soal akses pendidikan gratis dan merata di Samarinda. Enam calon siswa yang sudah di tangan sekolah hanya menunggu tanda tangan di atas kertas, sementara tiga lainnya masih benar-benar menggantung. TRCPPA memastikan akan terus mengawal proses ini hingga semua anak mendapat bangku sekolah.