Pencarian

Tekan Angka Pengangguran di Samarinda, Ketua DPRD Helmi Abdullah Dorong Anggaran Job Fair Setiap Tahun dan Frekuensi Ditambah

Jumat, 24 Juli 2026 • 18:36:31 WIB
Tekan Angka Pengangguran di Samarinda, Ketua DPRD Helmi Abdullah Dorong Anggaran Job Fair Setiap Tahun dan Frekuensi Ditambah
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mendorong alokasi anggaran khusus untuk job fair tahunan dalam APBD 2027 guna menekan angka pengangguran yang mencapai 5,31 persen.

SAMARINDA — DPRD Samarinda tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga siap mengawal penganggaran rutin untuk program bursa kerja tahunan. Helmi Abdullah menegaskan bahwa job fair yang baru digelar di Samarinda Square terbukti efektif menyerap tenaga kerja lokal dan harus menjadi agenda tetap pemerintah kota.

Anggaran Khusus Disiapkan di APBD 2027

Helmi menyatakan pihaknya akan mendorong alokasi dana khusus dalam pembahasan anggaran mendatang. “Kami di DPRD Samarinda tentu mendukung penuh, terutama dari segi pembahasan APBD Perubahan maupun APBD 2027 mendatang,” kata Helmi, Jumat (24/7/2026).

Langkah ini dinilai krusial mengingat angka pengangguran di Samarinda masih menyentuh 5,31 persen. Dengan kepastian anggaran, pemerintah kota bisa merencanakan job fair secara lebih matang dan berkelanjutan.

764 Lowongan dan 1.000 Lebih Pelamar Daring

Pada gelaran job fair 2026, sebanyak 36 perusahaan berpartisipasi dan menyediakan 764 lowongan kerja. Antusiasme pencari kerja sangat tinggi, terbukti dengan lebih dari 1.000 pendaftar yang mengirimkan berkas lamaran secara daring melalui aplikasi resmi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda.

Helmi menilai angka partisipasi ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan lapangan kerja di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.

Frekuensi Job Fair Didorong Dua Kali Setahun

Melihat urgensi dan animo masyarakat, Helmi mendorong agar frekuensi job fair ditambah dari sekali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Menurutnya, jeda enam bulan sangat ideal untuk menyerap lulusan baru tingkat SMA dan perguruan tinggi yang terus bertambah setiap tahun.

“Setidaknya dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, karena ini menjadi harapan bagi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

BLKI Diminta Cetak Wirausahawan, Bukan Hanya Pekerja

DPRD Samarinda juga mendorong optimalisasi peran Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) untuk memberikan pelatihan gratis. Helmi menekankan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk bersaing di dunia usaha.

“Masuk ke dunia usaha itu tidak mudah, modal ijazah saja tidak cukup. Kita meminta generasi muda memiliki keahlian pendukung. Jadi ketika perusahaan melakukan seleksi, mereka tidak tereliminasi,” demikian Helmi Abdullah.

Program pelatihan ini diharapkan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mencetak wirausahawan baru yang mandiri dan mampu membuka lapangan kerja sendiri.

Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks