BALIKPAPAN — Sebanyak 12.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai Lamaru, Balikpapan, dalam rangkaian Gerakan Penanaman Mangrove Serentak Nasional. Kegiatan yang digelar Minggu itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kaltim, Muhaimin.
"Kegiatan ini adalah langkah nyata menjaga kelestarian pesisir, mencegah abrasi dan memperkuat fungsi mangrove sebagai benteng alami daratan," ujar Muhaimin di sela penanaman.
Posisi Strategis Kaltim sebagai Penyangga IKN
Muhaimin menambahkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove di Kalimantan Timur sangat krusial. Sebab, provinsi ini merupakan wilayah penyangga langsung bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun di Penajam Paser Utara. Tanpa hutan bakau yang sehat, risiko abrasi dan intrusi air laut di pesisir akan meningkat.
Dalam kesempatan itu, Muhaimin membacakan sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Muhammad Jumhur Hidayat. Menteri menekankan bahwa mangrove adalah aset alam tak tergantikan dengan manfaat yang luar biasa besar.
Manfaat Ekonomi dan Ekologi Hutan Bakau
Selain menopang mata pencaharian dan ketahanan pangan warga pesisir, hutan bakau efektif menyerap karbon, menyaring polutan, menjaga kualitas air, serta melindungi keanekaragaman hayati. Potensi ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan.
"Kita patut bersyukur, karena Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia, mencapai lebih dari 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total mangrove global," ungkap Muhaimin mengutip sambutan Menteri LH.
Capaian tersebut, lanjutnya, bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah besar bagi Indonesia dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di kancah dunia.
Gerakan Nasional: 162 Titik di 37 Provinsi
Gerakan penanaman serentak yang berpusat di Bali ini dilaksanakan di 162 titik yang tersebar di 37 provinsi. Secara total, gerakan nasional ini menghijaukan area seluas 364,11 hektare dengan menanam lebih dari satu juta bibit mangrove.
Apresiasi untuk Sekolah Peduli Lingkungan
Tak hanya menanam pohon, peringatan Hari Mangrove Sedunia di Kaltim juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan Adiwiyata. Apresiasi ini diberikan kepada sekolah-sekolah yang sukses membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan sejak dini.