Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi itu mencapai 998 kunjungan sepanjang Juli 2026, didominasi pelancong asal Brunei Darussalam dan Malaysia. Angka itu turun tipis tujuh kunjungan dibandingkan Juni 2026 yang menembus 1.005 kunjungan. Wisatawan Brunei menyumbang 30 persen, disusul Malaysia 23 persen, dan Tiongkok 6 persen.
SAMARINDA — Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai menyampaikan capaian tersebut di Samarinda, Rabu, dengan menekankan bahwa kunjungan wisman ke Kaltim bergerak stabil di kisaran 1.000 kunjungan per bulan.
"Secara umum, kunjungan wisman ke Kaltim cenderung stabil dan berada di kisaran 1.000 kunjungan per bulan," ujar Mas'ud.
Perjalanan Warga Kaltim ke Luar Negeri Turun 42,17 Persen
Jumlah perjalanan wisatawan Indonesia asal Kaltim yang kembali dari luar negeri melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan tercatat 4.570 perjalanan.
Angka itu merosot 42,17 persen dibandingkan Juni 2026 yang menembus 7.902 perjalanan. Mas'ud menyebut lonjakan pada Juni lalu dipicu puncak gelombang kepulangan jemaah haji.
"Jadi penurunan ini masih wajar," terangnya.
Mobilitas Wisnus Tumbuh 3,20 Persen, Samarinda Jadi Penyumbang Terbesar
Di sisi lain, mobilitas wisatawan nusantara berdasarkan kabupaten/kota asal di dalam negeri tumbuh positif menjadi 1.442.585 perjalanan, naik 3,20 persen dari bulan sebelumnya.
Kota Samarinda menyumbang pergerakan wisnus tertinggi dengan 25,21 persen, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara 19,92 persen, dan Kota Balikpapan 18,56 persen.
Tingkat Hunian Hotel Bintang Turun 2,85 Poin
Tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi bintang di Kaltim pada Juli 2026 berada di angka 54,74 persen. Persentase itu turun 2,85 poin secara bulanan dibandingkan Juni 2026.
Dibandingkan Juli 2025, TPK juga melemah 1,36 poin. Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang mencapai 1,61 hari, dengan tamu asing menginap lebih lama yakni 2,62 hari.
Gambaran Pariwisata Kaltim: Wisnus Kuat, Wisman Stabil
Secara keseluruhan, indikator pariwisata Kaltim pada Juli 2026 memperlihatkan mobilitas wisnus yang tetap kuat di tengah kunjungan wisman yang relatif stabil.
Penyesuaian pada tingkat hunian hotel menjadi catatan tersendiri bagi pelaku usaha akomodasi di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara yang menjadi tiga daerah asal pergerakan wisatawan terbesar.