Pencarian

DFSK E5 Plus Jadi Kunci Transisi DFSK ke Segmen Premium, Sudah 600 SPK

Kamis, 24 September 2026 • 17:49:31 WIB
DFSK E5 Plus Jadi Kunci Transisi DFSK ke Segmen Premium, Sudah 600 SPK
SUV plug-in hybrid DFSK E5 Plus dipamerkan dalam rangkaian E5 Plus Indonesia Media Journey yang berakhir di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — DFSK E5 Plus mengumpulkan 600 surat pemesanan kendaraan dan menjadi motor penggerak perubahan posisi merek Sokonindo Automobile dari kendaraan niaga ke segmen penumpang premium. SUV plug-in hybrid rakitan lokal ini ditargetkan menembus 1.000 unit hingga akhir 2026, bersaing di kelas SUV PHEV yang mulai ramai di Indonesia.

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin menyampaikan capaian itu di sela rangkaian E5 Plus Indonesia Media Journey yang berakhir di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/9/2026). Perjalanan sejauh lebih dari 1.200 kilometer dari Jakarta menempuh rute Jakarta–Surabaya–Banyuwangi–Bali selama empat hari.

Angka 600 SPK yang dikantongi E5 Plus terbagi dari dua periode pemesanan. Pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, DFSK membukukan 600 SPK untuk seluruh model, dan separuhnya atau 300 unit berasal dari E5 Plus. Sisa pemesanan datang setelah ajang pameran berlangsung.

Dari Kendaraan Niaga ke Passenger Premium EV

Selama ini DFSK lebih dikenal lewat lini kendaraan niaga. Rifin mengakui perubahan posisi merek menuju segmen penumpang premium butuh persiapan lebih matang dibanding sekadar meluncurkan model baru.

"Sekarang berubah menjadi passenger premium EV. Jadi, kita perlu mempersiapkan lebih matang," ujarnya.

Salah satu bentuk persiapan yang ditekankan adalah kesiapan pasokan unit. Menurut Rifin, konsumen yang melakukan pre-book bisa langsung mendapatkan barang tanpa menunggu lama.

"Konsumen yang pre-book langsung ada barangnya," katanya.

E5 Plus: PHEV Rakitan Lokal dengan Target 1.000 Unit

E5 Plus merupakan SUV berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang dirakit secara lokal. Status rakitan dalam negeri ini menjadi poin penting karena memberi DFSK akses ke insentif pemerintah untuk kendaraan elektrifikasi, sekaligus memperpendek rantai pasok.

Target 1.000 unit sepanjang 2026 berarti DFSK masih harus mengejar sekitar 400 SPK tambahan dalam beberapa bulan ke depan. Angka ini terbilang ambisius untuk merek yang belum punya rekam jejak kuat di segmen penumpang premium.

Yang Perlu Diperhatikan

  • DFSK belum memiliki jaringan layanan purnajual seluas merek Jepang atau Korea di segmen SUV premium, sehingga calon pembeli di luar kota besar perlu mempertimbangkan akses servis
  • Nilai jual kembali (resale value) DFSK di segmen penumpang masih belum teruji dibanding kompetitor yang lebih mapan
  • Target 1.000 unit bergantung pada konsistensi pasokan dan kesiapan diler, bukan hanya minat konsumen

Persaingan di Kelas SUV PHEV Indonesia

Segmen SUV PHEV di Indonesia mulai diisi pemain lain seperti BYD dan Chery yang lebih dulu membangun kepercayaan konsumen di kendaraan elektrifikasi. DFSK masuk dengan modal status rakitan lokal dan harga yang berpotensi lebih kompetitif, tetapi harus membuktikan kualitas produk dan layanan purnajualnya.

Perjalanan media sejauh 1.200 kilometer dari Jakarta ke Bali menjadi ajang pembuktian ketahanan E5 Plus di kondisi jalan Indonesia. Namun, uji jarak jauh dalam rombongan media berbeda dengan pemakaian harian konsumen yang menempuh rute pendek dengan pengisian daya tidak teratur.

Keberhasilan transisi DFSK ke segmen premium akan ditentukan oleh apakah 600 pemesan awal puas dengan produk dan layanan setelah unit mereka tiba. Reputasi di segmen ini dibangun dari pengalaman pemilik, bukan dari angka SPK di pameran.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks