Pencarian

Aspimtel Dorong Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif di Hari Bhakti Postel ke-81

Minggu, 27 September 2026 • 15:21:00 WIB
Aspimtel Dorong Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif di Hari Bhakti Postel ke-81
Ketua Umum Aspimtel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9).

KALIMANTAN TIMUR — Aspimtel menegaskan konektivitas digital sebagai pondasi utama pertumbuhan ekonomi digital dan kreatif Indonesia dalam peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 bertema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat". Ketua Umum Aspimtel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan hal itu di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9), dengan menekankan perlunya adopsi teknologi agar konektivitas tetap terintegrasi, mandiri, dan berdaya saing. Peringatan tahun ini menyertakan sejumlah terobosan, termasuk kompetisi e-sport bersama IESPA dan rangkaian kegiatan sosial.

Ketua Umum Asosiasi Penyedia Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel) Theodorus Ardi Hartoko menilai inklusivitas digital kini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur telekomunikasi yang matang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.

Pandangan itu disampaikan dalam peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 yang mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat". Acara berlangsung di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9).

Konektivitas sebagai Pondasi Ekonomi Digital

Teddy, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa konektivitas digital bukan sekadar layanan teknis. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya ekonomi digital dan kreatif di Indonesia.

"Kita sangat peduli untuk menyelenggarakan konektivitas ini secara meluas, sehingga manfaatnya diterima oleh masyarakat secara luas. Tentu kita melakukan adopsi teknologi agar konektivitas digital ini tetap terintegrasi, mandiri, dan mempunyai daya saing," kata Teddy.

Ia menjelaskan, pelaku industri infrastruktur telekomunikasi menyadari betul bahwa inklusivitas digital sangat dinantikan masyarakat secara merata. Kematangan infrastruktur digital dinilai menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Sinergi Hulu ke Hilir untuk Kedaulatan Digital

Visi kedaulatan digital disebut Teddy sebagai motif utama yang terus didorong industri postel, khususnya di bawah arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pencapaian visi itu membutuhkan sinergi dari hulu ke hilir.

"Kami bersama dengan seluruh ekosistem digital di Indonesia, mulai dari operator, asosiasi, masyarakat, bersinergi dengan regulator dan mitra teknologi. Tujuannya mengembalikan seluruh kemajuan tersebut untuk kemajuan bangsa Indonesia," tegasnya.

Sinergi lintas sektor ini mencakup operator telekomunikasi, asosiasi industri, regulator, hingga mitra teknologi. Teddy menekankan bahwa kemajuan infrastruktur harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Rangkaian Kegiatan dan Terobosan Baru

Hari Bhakti Postel ke-81 dirancang melibatkan ekosistem digital secara komprehensif, termasuk masyarakat umum. Kegiatan sudah bergulir sejak Agustus lalu, diawali dengan konvensi dan eksibisi dalam ajang DTE CX di Jakarta.

Peringatan tahun ini menghadirkan sejumlah terobosan. Aspimtel bekerja sama dengan Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia (IESPA) menyelenggarakan kompetisi e-sport.

Selain itu, Aspimtel menggelar pertandingan mini-soccer dan aksi donor darah. Teddy menyebut kegiatan sosial ini sebagai bukti kepedulian industri terhadap masyarakat.

"Ini menjadi bukti bahwa kita mempunyai kepedulian sosial kepada masyarakat. Dan puncaknya adalah pada hari ini kita melakukan peringatan Hari Bhakti Postel yang ke-81 di Bandung," pungkasnya.

Implikasi bagi Industri Digital Indonesia

Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menjadi penanda arah industri telekomunikasi nasional. Fokus pada konektivitas yang terintegrasi, mandiri, dan berdaya saing sejalan dengan kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, agenda ini menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur jaringan tetap menjadi prasyarat utama ekspansi layanan. Tanpa pemerataan konektivitas, adopsi teknologi di daerah tertinggal berisiko tertinggal pula.

Kolaborasi antara Aspimtel, IESPA, dan ekosistem digital lain menunjukkan pendekatan yang lebih luas. Infrastruktur telekomunikasi kini diposisikan bukan hanya sebagai urusan teknis, melainkan bagian dari strategi kedaulatan digital Indonesia.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks