Pencarian

Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal, Konflik dengan Jorge Jesus Memuncak

Senin, 05 Oktober 2026 • 22:47:30 WIB
Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal, Konflik dengan Jorge Jesus Memuncak
Cristiano Ronaldo meninggalkan skuad Timnas Portugal setelah berselisih dengan pelatih Jorge Jesus.

KALIMANTAN TIMUR — Cristiano Ronaldo meninggalkan skuad Timnas Portugal setelah berselisih dengan pelatih Jorge Jesus terkait menit bermain di laga melawan Norwegia. Konflik ini menandai perpisahan yang panjang tertunda antara pemain berusia 41 tahun itu dengan tim nasional yang telah lama menanggung beban egonya.

Keputusan Ronaldo meninggalkan skuad Portugal terjadi setelah Jorge Jesus tidak menurunkannya saat laga melawan Norwegia berlangsung ketat. Jesus, yang menggantikan Roberto Martinez seusai Piala Dunia, mengaku memiliki kesepakatan verbal dengan Ronaldo bahwa penyerang itu tidak akan menjadi starter, melainkan hanya masuk dari bangku cadangan.

Namun pada awal babak kedua, Ronaldo terlihat melakukan pemanasan. Tidak jelas apakah itu inisiatifnya sendiri atau instruksi Jesus. Portugal akhirnya menang 2-1 atas Norwegia, dan Jesus memilih tidak memasukkan Ronaldo sama sekali.

Kesepakatan Verbal yang Berujung Perpecahan

Ronaldo sebelumnya bermain 67 menit saat Portugal menang tipis 1-0 atas Wales. Jesus kemudian menyatakan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Ronaldo soal rencana rotasi menghadapi Norwegia. Kesepakatan itu tidak berjalan sesuai harapan kedua pihak.

Bagi Ronaldo dan pendukungnya, keputusan Jesus dianggap provokasi yang tidak bisa diterima. Sementara dari kacamata Jesus, kemenangan tim jauh lebih penting dibanding perasaan seorang penyerang berusia 41 tahun.

Ronaldo memilih meninggalkan skuad, dan bisa jadi meninggalkan karier internasionalnya. Hanya tiga hari berselang, situasi tidak membaik setelah Jesus dianggap tidak menunjukkan penyesalan atas keputusannya.

Jorge Jesus Tegaskan Tim di Atas Individu

Jesus bukan pelatih yang mudah goyah. Pelatih berusia 72 tahun itu dikenal bergaya manajemen old-school, hanya tunduk pada presiden klub, dan tidak segan berselisih dengan pemain yang menentangnya. Ia pernah melatih Ronaldo di Al Nassr sebelum keduanya bertemu lagi di tim nasional.

Respons Jesus terhadap polemik ini tegas. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemain, termasuk Ronaldo, yang bisa mengubah keputusannya sebagai pelatih.

"Saya bisa katakan kepada pemain mana pun bahwa kamu akan mulai dari bangku cadangan: jika saya butuh kamu selama 30 menit, kamu akan bermain, jika saya tidak butuh, kamu tidak akan bermain," kata Jesus. "Cara saya membaca pertandingan, dia tidak masuk. Karena ini bukan Cristiano, sama seperti tidak akan ada pemain mana pun yang mengubah ide saya sebagai pelatih. Tidak dia, tidak siapa pun di sepak bola. Tidak dia, tidak siapa pun, tidak presiden mana pun. Tidak pernah! Nol!"

Portugal Justru Tampil Lebih Baik Tanpa Ronaldo

Pendekatan keras Jesus berisiko jika Portugal kalah dari Denmark. Nyatanya, Portugal menang 4-2 dengan permainan impresif. Goncalo Ramos, yang mencetak hat-trick saat menggantikan Ronaldo di Piala Dunia 2022 melawan Swiss, kembali bersinar dengan menyumbang gol dan assist.

Ramos juga mencetak gol kemenangan melawan Norwegia sebelum tampil gemilang kontra Denmark. Performa itu memperkuat argumen bahwa Portugal lebih efektif tanpa kehadiran Ronaldo di lini depan.

"Pelatih baru sangat membantu," ujar Ramos. "Kami punya ide yang lebih jelas; kami tahu persis posisi setiap rekan setim, baik dalam bertahan maupun menyerang. Kami berkembang hari demi hari, dan ini semua bagian dari proses. Kami sangat senang dengan kemenangan ini, sekali lagi melawan tim yang bagus."

Portugal menutup jendela internasional ini dengan empat kemenangan dari empat laga setelah membalikkan keadaan melawan Norwegia di kandang.

Pemain Lain Mulai Buka Suara

Selama ini rekan-rekan setim Ronaldo cenderung membelanya. Bruno Fernandes dikenal paling diplomatis dalam menanggapi situasi ini. Namun beberapa pemain mulai terbuka menyuarakan pandangan berbeda.

Vitinha, mantan rekan setim Ramos di Paris Saint-Germain, menyebut peningkatan performa Portugal adalah hasil kerja pelatih. Ia menilai kualitas permainan tim jauh lebih penting dibanding sekadar kemenangan.

Federasi Sepak Bola Portugal tampaknya sudah menerima bagaimana kisah ini akan berakhir. Rencana untuk laga perpisahan bagi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal itu mulai disusun.

Akhir yang Seharusnya Terjadi Lebih Awal

Perpecahan ini sebenarnya sudah lama tertunda. Selama tiga turnamen besar, Ronaldo dinilai menghambat generasi pemain Portugal yang bertalenta tinggi. Beban ego seorang bintang yang kemampuan mencetak golnya mulai menurun menjadi harga yang terlalu mahal bagi ambisi tim nasional.

Jesus dan Ronaldo dikabarkan akan memberikan pernyataan lebih lengkap dalam pekan ini. Jesus bahkan menawarkan pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan situasi, meski arah akhirnya sudah terlihat jelas.

Bagi Portugal, ini bisa jadi titik balik menuju era baru tanpa bayang-bayang pemain yang pernah menjadi ikon terbesarnya. Bagi Ronaldo, ini akhir yang pahit dari karier internasional yang gemilang.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks