Pencarian

BPBD Kaltim Petakan Risiko Bencana 10 Kabupaten Kota, 3,80 Juta Jiwa Terpapar Ancaman Multibahaya

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:03:02 WIB
BPBD Kaltim Petakan Risiko Bencana 10 Kabupaten Kota, 3,80 Juta Jiwa Terpapar Ancaman Multibahaya
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan memaparkan hasil pemetaan risiko bencana di 10 kabupaten dan kota.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur membeberkan hasil pemetaan profil risiko bencana yang mencakup 10 kabupaten dan kota di wilayahnya. Kajian itu mencatat potensi luas ancaman multibahaya mencapai 12,90 juta hektare dengan kategori risiko tinggi, sementara 3,80 juta jiwa penduduk terpapar bahaya tersebut. Pemetaan ini menjadi acuan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana daerah.

SAMARINDA — Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyatakan kajian risiko bencana menjadi acuan dalam menyusun Rencana Penanggulangan Bencana di sepuluh kabupaten kota. Pemetaan tersebut mencakup identifikasi profil ancaman, tingkat kerentanan, kapasitas, serta analisis potensi risiko bencana daerah secara terpadu.

Indeks Ketahanan Daerah Kaltim di Angka 0,42

Hasil pengkajian BPBD Kaltim menempatkan Indeks Ketahanan Daerah Provinsi Kalimantan Timur pada angka 0,42, yang tergolong dalam kategori kapasitas sedang. Penilaian kapasitas daerah diukur melalui 71 indikator capaian ketahanan kebencanaan di tingkat wilayah.

"Penilaian kapasitas daerah tersebut diukur secara terperinci melalui tujuh puluh satu indikator capaian ketahanan kebencanaan di tingkat wilayah," ujar Buyung.

Enam Bencana Masuk Kategori Risiko Tinggi

Dari analisis peta kebencanaan, enam jenis bencana hidrometeorologi dan karhutla ditetapkan masuk dalam klasifikasi tingkat risiko tinggi. Kategori tersebut meliputi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta tanah longsor.

"Dari pemetaan tersebut, enam jenis bencana hidrometeorologi dan karhutla ditetapkan masuk dalam klasifikasi tingkat risiko tinggi," tutur Buyung.

Sementara itu, potensi bencana pesisir dan geologi seperti gelombang ekstrem, abrasi, gempa bumi, likuefaksi, hingga tsunami diklasifikasikan ke dalam kelas risiko sedang. Ancaman bencana non-alam berupa epidemi wabah penyakit dan kegagalan teknologi tergolong kategori kelas risiko rendah.

Rekomendasi untuk Perencanaan Pembangunan Daerah

BPBD Kaltim menegaskan kajian risiko bencana perlu masuk ke dalam instrumen perencanaan pembangunan daerah. Langkah itu direkomendasikan guna menjamin efektivitas alokasi anggaran mitigasi daerah.

"Kami berkomitmen penuh memperkuat sistem peringatan dini serta kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di seluruh kawasan rawan bencana," kata Buyung.

Pemetaan ini mencakup seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, dengan data luas ancaman dan jumlah penduduk terpapar yang dihimpun dari hasil pengkajian terpadu.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks