Pencarian

Mentan Klaim Stok Beras 24,5 Juta Ton, Aman hingga Agustus 2027

Senin, 26 Oktober 2026 • 15:20:31 WIB
Mentan Klaim Stok Beras 24,5 Juta Ton, Aman hingga Agustus 2027
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan klaim cadangan beras nasional 24,5 juta ton dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan cadangan beras nasional mencapai 24,5 juta ton, posisi tertinggi sepanjang sejarah, dan cukup memenuhi kebutuhan hingga Juli-Agustus 2027. Dengan konsumsi 2,5 juta ton per bulan, stok itu setara kebutuhan 10 bulan ke depan.

Paragraf pembuka: Klaim tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Ia merinci bahwa angka 24,5 juta ton itu bukan hanya beras yang tersimpan di gudang, melainkan gabungan beberapa sumber cadangan yang tersebar di lapangan.

Rincian 24,5 Juta Ton Beras

Berdasarkan penjelasan Amran, cadangan tersebut terdiri dari standing crop atau beras dalam padi yang masih tumbuh sebesar 10 juta ton. Komponen kedua adalah cadangan di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) serta rumah tangga yang juga mencapai 10 juta ton.

Sisanya, sekitar 4,5 juta ton, merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang disimpan di Bulog. Dengan demikian totalnya mendekati 25 juta ton.

"Stok kita saat ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah. Standing crop kita ada 10 juta ton. Cadangan di Horeka, hotel, rumah-rumah dan seterusnya sebesar 10 juta ton. Di Bulog 4,5 juta ton, total 25 juta ton," ujar Amran.

Hitung-Hitungan 10 Bulan ke Depan

Amran memakai angka kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan sebagai dasar perhitungan. Jika cadangan 25 juta ton dibagi rata dengan konsumsi bulanan tersebut, maka ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk 10 bulan ke depan.

Dari hitungan itu, ia menyimpulkan stok beras nasional aman setidaknya hingga Juli-Agustus 2027. "Kebutuhan per bulan 2,5 juta ton. 25 bagi 2,5 juta berarti itu 10 bulan ke depan, sampai bulan Juli-Agustus aman," tegasnya.

Perlu dicatat, angka 24,5 juta ton yang disebut di awal dan 25 juta ton dalam kutipan merupakan pembulatan dari komponen yang sama. Selisihnya berasal dari standing crop dan cadangan Horeka yang masing-masing dibulatkan ke 10 juta ton.

Antisipasi El Nino: Pompanisasi hingga Benih Tahan Kekeringan

Di sisi lain, Kementerian Pertanian menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem seperti El Nino. Amran menyebut program pompanisasi sebagai salah satu upaya utama untuk menjaga pasokan air di lahan produksi.

Perbaikan jaringan irigasi di sejumlah daerah sentra produksi juga dilakukan agar air tetap mengalir ke sawah saat musim kering. Selain infrastruktur air, Kementan mendorong penggunaan varietas benih yang tahan terhadap kekeringan.

"Jadi El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya dengan pompanisasi, oplah, irigasi kita perbaiki, kemudian benih yang tahan kekeringan," ujarnya.

Penutup: Klaim stok 24,5 juta ton ini menjadi sinyal awal bagi pasar pangan menjelang pergantian tahun, ketika harga beras biasanya bergerak naik. Namun angka standing crop dan cadangan Horeka bersifat perkiraan di lapangan, sehingga realisasinya akan teruji saat musim panen dan puncak konsumsi tiba.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks