PENAJAM — Komitmen Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terhadap penyandang disabilitas diwujudkan melalui anggaran khusus tahun 2025. Dana sebesar Rp100 juta disiapkan untuk pengadaan alat bantu, termasuk alat bantu kaki dan alat bantu dengar dengan harga satuan mencapai Rp20 juta.
Bantuan Tidak Menunggu Pengajuan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Ainie, menegaskan bahwa bantuan diberikan secara langsung begitu ditemukan warga penyandang disabilitas yang membutuhkan. "Selama persediaan bantuan untuk penyandang disabilitas masih ada, akan terus disalurkan kepada yang memerlukan," ujarnya, Selasa.
Sepanjang tahun ini, sejumlah alat bantu seperti kursi roda dan tongkat kruk telah didistribusikan ke keluarga kurang mampu. Pendekatan ini memastikan bantuan tepat sasaran tanpa harus menunggu proses pengajuan yang panjang.
Disabilitas Fisik hingga Sensorik Jadi Sasaran
Menurut Ainie, bantuan ini merupakan bagian dari perlindungan dan pelayanan bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, maupun sensorik dalam jangka waktu lama. Keterbatasan tersebut kerap menjadi hambatan dalam berinteraksi dan berpartisipasi di lingkungan sosial.
"Alat bantu yang diberikan dapat bermanfaat dan memudahkan disabilitas dalam beraktivitas," tambahnya.
Bantuan Provinsi Masih Berproses
Selain dari pemerintah kabupaten, penyandang disabilitas di Penajam Paser Utara juga menunggu realisasi bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program tersebut menyasar penerima dengan kondisi stroke, disabilitas ganda, tuna daksa, tuna rungu, cacat fisik, lumpuh, sakit parah, hingga struk menahun.
Nilai bantuan yang direncanakan sebesar Rp1 juta per orang dan akan ditransfer langsung ke masing-masing penerima. Ainie menyebut proses penyaluran masih berlangsung hingga saat ini.
Anggaran 2025: Fokus pada Alat Bantu Mahal
Untuk tahun depan, alokasi Rp100 juta akan difokuskan pada alat bantu dengan nilai tinggi, seperti kaki palsu dan alat bantu dengar. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan spesifik penyandang disabilitas yang tidak bisa dijangkau oleh bantuan reguler.
Pemerintah kabupaten berharap, dengan adanya program ini, penyandang disabilitas di Penajam Paser Utara dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri dan produktif.