Pencarian

Harga Bitcoin Terkoreksi ke $65.764, Tesla Pertahankan 11.509 BTC di Tengah Ketidakpastian Regulasi

Jumat, 24 Juli 2026 • 08:47:32 WIB
Harga Bitcoin Terkoreksi ke $65.764, Tesla Pertahankan 11.509 BTC di Tengah Ketidakpastian Regulasi
Tesla mempertahankan kepemilikan 11.509 BTC senilai sekitar Rp13,2 triliun di tengah koreksi harga Bitcoin ke $65.764.

KALIMANTAN TIMUR — Koreksi harga terjadi setelah data dari Polymarket menunjukkan hanya 33% pengguna yang yakin RUU CLARITY akan disahkan tahun ini. Keraguan ini langsung berdampak pada pasar kripto secara luas: kapitalisasi pasar total turun 0,7% dalam 24 jam terakhir. Ethereum, BNB, dan XRP ikut tertekan dengan penurunan masing-masing 0,36%, 0,35%, dan 0,46%.

Efek Domino ke Saham Kripto: Coinbase dan Circle Anjlok

Tekanan tidak hanya dirasakan di pasar aset digital. Saham perusahaan yang terkait erat dengan industri ini juga babak belur. Coinbase ambles 4,9%, sementara Circle (CRCL) — penerbit stablecoin USDC — tercatat paling parah dengan koreksi 7,6%. BitGo dan Bullish masing-masing kehilangan 5,7% dan 4,7%.

Koreksi ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa kepastian hukum bagi industri kripto di Amerika Serikat masih jauh panggang dari api. Tanpa kerangka regulasi yang jelas, gerak institusional seperti yang dilakukan Tesla menjadi sorotan utama.

Tesla Diam di Tempat, Nilai Holdings Bitcoin Capai Rp13,2 Triliun

Laporan keuangan terbaru Tesla mengonfirmasi bahwa perusahaan milik Elon Musk tidak menyentuh portofolio Bitcoin-nya sama sekali selama kuartal kedua 2026. Dengan 11.509 BTC yang masih mengendap di neraca, nilai aset digital tersebut diperkirakan mencapai sekitar $825 juta atau setara Rp13,2 triliun (kurs estimasi Rp16.000 per dolar AS).

Meski tidak melakukan transaksi baru, Tesla sebelumnya mencatatkan kerugian bersih sekitar $112 juta akibat fluktuasi harga Bitcoin. Posisi ini menempatkan Tesla sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar ke-12 di dunia, satu tingkat di bawah SpaceX yang menguasai 18.712 BTC di peringkat kedelapan.

Dampak bagi Pasar Kripto Indonesia: Sentimen Global Masih Dominan

Bagi pelaku pasar kripto di Indonesia, kondisi ini menjadi pengingat bahwa faktor regulasi global masih menjadi penentu utama pergerakan harga. Sikap wait-and-see Tesla justru bisa dibaca dua sisi: sebagai tanda kepercayaan jangka panjang, atau sebagai kekhawatiran akan gejolak yang belum reda.

Belum ada pernyataan resmi dari Tesla mengenai rencana ke depan terhadap aset kriptonya. Namun, dengan harga Bitcoin yang masih jauh dari level tertinggi historisnya, keputusan untuk tidak menjual di tengah tekanan justru menunjukkan resistensi yang cukup kuat dari salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia.

Bagikan
Sumber: vietnam.vn

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks