KALIMANTAN TIMUR — Penilaian final Lomba Balita Sehat 2026 berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Selasa (15/9/2026). Peserta adalah balita hasil seleksi dari 10 puskesmas dalam kota, dibagi ke dalam dua kategori usia: 9-23 bulan dan 24-59 bulan.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer anak sehat. Ada pesan penting soal periode emas tumbuh kembang yang perlu diketahui setiap orang tua.
Mengapa Masa Balita Disebut Periode Kritis
Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini, bahkan sejak masa kehamilan. Pernyataan itu dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, dalam sambutan pembukaan lomba.
Masa balita menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan motorik, bahasa, kecerdasan, hingga interaksi sosial anak. Karena itu, pemenuhan gizi, pemberian ASI, imunisasi, dan pemantauan kesehatan rutin jadi faktor utama.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjadikan perhatian terhadap kesehatan balita sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat perlombaan. Investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah investasi pada kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini," ujar Johannes Rettob.
Apa Saja yang Dinilai dalam Lomba Balita Sehat
Kriteria penilaian lomba ini bisa jadi panduan praktis buat ibu memantau tumbuh kembang anak di rumah. Ada tujuh aspek yang diperiksa juri:
- Pertumbuhan fisik: berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan sesuai standar WHO
- Status imunisasi lengkap
- Pemberian ASI dan MPASI
- Kesehatan gigi dan mulut
- Perkembangan psikomotorik
- Kecerdasan dan interaksi sosial
- Kebersihan dan penampilan
Ketua Panitia sekaligus Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, menyebut lomba ini bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini juga mendukung percepatan penurunan stunting di Mimika.
"Lomba Balita Sehat bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana motivasi bagi orang tua, kader posyandu, dan tenaga kesehatan agar semakin aktif mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ucap Carolina.
Hadiah dan Dukungan untuk Para Juara
Total hadiah yang disiapkan panitia cukup menarik. Juara 1 mendapat Rp 4.000.000, Juara 2 Rp 3.500.000, dan Juara 3 Rp 3.000.000. Untuk Juara Harapan 1-3, hadiahnya berkisar Rp 2.500.000 sampai Rp 1.500.000, sementara finalis menerima Rp 1.000.000.
Selain uang pembinaan dan sertifikat, Tim Penggerak PKK menambahkan dukungan sponsor berupa sepeda dan stroller. Setiap peserta juga mendapat sertifikat sebagai penghargaan atas partisipasi mereka.
Libatkan Dokter Anak hingga Psikolog
Penilaian lomba melibatkan tim lintas sektor: Dinas Kesehatan Mimika, Tim Penggerak PKK, 10 puskesmas dalam kota, dokter spesialis anak RSUD Mimika, serta psikolog anak dari DP3AP2KB. Keterlibatan tenaga profesional ini memastikan penilaian tumbuh kembang anak tidak dilakukan sembarangan.
Bagi ibu di Mimika, momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk mengecek apakah pemantauan tumbuh kembang anak di rumah sudah berjalan rutin. Cek berat dan tinggi badan tiap bulan di posyandu, pastikan imunisasi tidak terlewat, dan konsultasikan ke tenaga kesehatan jika ada keterlambatan perkembangan.
Balita sehat hari ini adalah generasi yang akan membangun daerah dua puluh tahun ke depan. Perhatian pada gizi dan pengasuhan sejak dini adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak instan, tapi dampaknya besar.