KALIMANTAN TIMUR — Toyota Veloz Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 24,5 kilometer per liter dalam pengujian rute Yogyakarta–Solo dan kembali lagi. Angka itu muncul dari mesin 2NR-VEX 1.496 cc yang dipadukan motor listrik dan transmisi e-CVT. Sistem hybrid self-charging membuat mobil ini tidak butuh stasiun pengisian daya eksternal.
Perjalanan itu berlangsung pada Selasa (15/9), ketika Toyota mengajak sejumlah awak media menjalani Journalist Test Drive (JTD) Veloz Hybrid dari Yogyakarta menuju Solo lalu kembali ke titik awal. Rute yang dipilih bukan jalan tol mulus, melainkan jalur dengan banyak persimpangan dan pola stop and go.
Justru di kondisi itu keunggulan sistem hybrid terlihat. Motor listrik mengambil alih peran dominan saat mobil bergerak dari posisi berhenti, sementara mesin bensin masuk membantu begitu kecepatan bertambah.
Mesin 1.496 cc dengan Tambahan Tenaga Motor Listrik
Dapur pacu Veloz Hybrid adalah mesin 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 91 PS dan torsi 121 Nm.
Angka tersebut belum termasuk kontribusi motor listrik. Saat keduanya bekerja bersamaan, output bertambah 80 PS dengan torsi puncak 141 Nm. Seluruh tenaga disalurkan lewat transmisi e-CVT.
Kombinasi ini membuat karakter akselerasi berbeda dari Veloz versi bensin. Pengemudi merasakan dorongan awal yang spontan, terutama ketika baterai dalam kondisi penuh.
Perpindahan Tenaga yang Tidak Mengganggu Kabin
Salah satu hal yang paling terasa saat mengemudi adalah transisi antar sumber tenaga. Perpindahan dari motor listrik ke mesin bensin, atau saat keduanya bekerja beriringan, berlangsung halus.
Tidak ada sentakan yang mengganggu kenyamanan pengemudi maupun penumpang. Sistem hybrid mengatur pembagian tenaga sesuai kebutuhan, baik saat merayap di kecepatan rendah maupun saat melaju lebih cepat.
Di jalur stop and go Yogyakarta–Solo, respon awal mobil terasa spontan. Motor listrik lebih dominan untuk menggerakkan mobil ketika baterai penuh.
Self-Charging, Tanpa Perlu Cari Stasiun Pengisian
Veloz Hybrid mengandalkan sistem self-charging. Baterai terisi otomatis dari regenerasi energi saat mobil melaju maupun ketika pengereman dilakukan.
Artinya, pemilik tidak perlu mencari stasiun pengisian daya eksternal. Pengemudi bisa berkendara seperti mobil konvensional tanpa mengubah kebiasaan harian.
Pendekatan ini berbeda dengan kendaraan listrik berbasis baterai murni yang menuntut perencanaan pengisian daya lebih ketat. Untuk mobilitas harian, sistem hybrid menawarkan kompromi yang lebih praktis.
Konsumsi BBM 24,5 Km/Liter di Rute Campuran
Indikator MID mencatat angka efisiensi bahan bakar rata-rata menembus 24,5 kilometer per liter. Capaian itu diperoleh dari rute Yogyakarta–Solo dan kembali lagi ke Yogyakarta.
Rute tersebut mencakup jalan dengan banyak persimpangan, sehingga mobil sering dipaksa berhenti dan mulai lagi. Kondisi ini biasanya menjadi titik lemah mobil bensin konvensional, tapi tidak bagi Veloz Hybrid.
Keiritan tetap terjaga bahkan saat digeber untuk perjalanan luar kota. Teknologi hybrid tidak hanya berguna di kemacetan kota, tetapi juga di rute antarkota.
Posisi Veloz Hybrid di Segmen Hybrid Terjangkau
Toyota memposisikan Veloz Hybrid sebagai senjata di segmen mobil hybrid terjangkau. Kombinasi harga yang lebih ramah dibanding model hybrid lain dan konsumsi BBM irit menjadi daya tarik utamanya.
Bagi pengguna Indonesia yang belum siap beralih ke mobil listrik penuh, Veloz Hybrid menawarkan jalan tengah. Tidak perlu infrastruktur pengisian daya, tapi tetap mendapat manfaat efisiensi dari teknologi elektrifikasi.
Pengujian ini menunjukkan bahwa sistem hybrid pada Veloz bekerja optimal di berbagai kondisi jalan. Baik saat berhenti-mulai di persimpangan maupun saat melaju stabil di rute luar kota.