SAMARINDA — Prediksi itu disampaikan BMKG Kalimantan Timur dalam rilis resmi prakiraan musim hujan 2026/2027 yang digelar secara daring pada Jumat (9/10/2026). Kuatnya El Nino menjadi faktor utama yang membuat awal musim hujan tahun ini bergeser dari kebiasaan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebut indeks anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 pada dasarian ketiga September 2026 mencapai 3,44. Indeks ENSO tiga bulanan periode Juli-Agustus-September tercatat 2,70.
"Dengan indikator ini, maka El Nino kali ini di tahun ini memang El Nino yang sangat kuat," ujar Djoko saat Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Kaltim, Jumat (9/10/2026).
Lima Lokasi di Paser Sudah Dua Bulan Tidak Hujan
BMKG mencatat sejumlah wilayah di Kabupaten Paser tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut hingga akhir September 2026. Lima lokasi itu adalah Batu Enggau, Batu Sopang, Tanah Grogot, Kuaro, dan Muara Samu.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Sambutan dan Palaran, Kota Samarinda, serta sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.
"Untuk wilayah Kalimantan Timur itu umumnya didominasi oleh Kalimantan Timur bagian selatan, khususnya di Kabupaten Paser. Itu ada lima lokasi, ada Batu Enggau, Batu Sopang, Tanah Grogot, Kuaro, dan Muara Samu yang dari hasil catatan kami tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut. Artinya sudah dua bulan tidak hujan di sana," ujar dia.
Mengapa Kemarau 2026 Terasa Lebih Kering dari Biasanya
Forecaster BMKG, Bai'at Alhadid, menjelaskan kondisi atmosfer masih dipengaruhi angin monsun Australia atau angin timuran yang cenderung kering dan membawa lebih sedikit uap air. Penurunan curah hujan di Kaltim tahun ini terasa lebih awal dibandingkan normalnya.
Jika biasanya musim kemarau dirasakan pada Agustus, pada 2026 kekeringan sudah mulai terasa sejak Juli.
"Jadi secara umum dia ada dua, yang pertama penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya wilayah kita Kalimantan Timur. Kemudian karena terjadinya pada musim kemarau pada tahun 2026 ini, musim kemarau kita terasa lebih kering dibandingkan dengan rata-rata atau normalnya," jelas Bai'at saat Press Release via zoom meeting.
Jadwal Masuknya Hujan Tidak Serentak Antarwilayah
Awal musim hujan di Kaltim diperkirakan tidak terjadi bersamaan karena perbedaan karakteristik iklim tiap wilayah. Rentang waktunya bervariasi, mulai akhir Oktober hingga akhir November 2026.
Wilayah Kaltim bagian barat dan tengah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada akhir Oktober. Sebagian besar wilayah lainnya menyusul pada pertengahan November.
Kabupaten Paser diprediksi menjadi salah satu wilayah paling akhir memasuki musim hujan, yaitu pada akhir November 2026.
Belajar dari El Nino 1997 dan 2015
Bai'at mengingatkan pola El Nino kuat pada 1997 dan 2015 bisa menjadi bahan pembelajaran dalam membaca kondisi tahun ini. Perkembangan cuaca dan iklim tetap perlu dipantau karena kondisi atmosfer dapat berubah.
"Jadi, jika kita belajar dari dua kejadian itu, dari El Nino 1997 dan 2015, secara umum pada bulan Oktober ini kita masih mengalami curah hujan dalam kategori yang cukup rendah dan kemudian baru sedikit akan mengalami peningkatan pada bulan November dan Desember," tambahnya.
Puncak musim hujan pertama di Kaltim diprediksi berlangsung Desember 2026 hingga Januari 2027. Sebagian besar wilayah mencapai puncak pada Desember, sebagian lainnya pada Januari. Puncak kedua berpotensi terjadi pada Maret hingga Mei 2027.