Pencarian

Borneo FC Tekuk Yangon United 2-0 di Stadion Segiri, Mauro Jeronimo Akui Finishing Belum Tajam

Senin, 19 Oktober 2026 • 10:17:01 WIB
Borneo FC Tekuk Yangon United 2-0 di Stadion Segiri, Mauro Jeronimo Akui Finishing Belum Tajam
Pemain Borneo FC merayakan gol ke gawang Yangon United pada laga di Stadion Segiri, Samarinda.

SAMARINDA — Dua gol Borneo FC ke gawang Yangon United lahir dari penguasaan permainan yang dominan sepanjang laga. Mauro Jeronimo menyebut timnya sebenarnya punya ruang untuk mencetak lebih banyak gol, hanya saja penyelesaian akhir belum berjalan sesuai harapan.

Peluang Emas yang Terbuang di Depan Gawang

Menurut Mauro, setidaknya ada empat sampai lima peluang bagus yang gagal dikonversi menjadi gol. Faktor mental dan keinginan mencetak gol terlalu cepat disebut ikut memengaruhi ketenangan pemain saat mengambil keputusan di area penalti.

“Menurut saya, para pemain memberikan respons yang baik. Mereka fokus, mencoba segala cara, dan hari ini memberikan 100 persen. Kemenangan ini datang karena kami layak mendapatkannya,” kata Mauro seusai pertandingan.

Perjalanan 60 Jam dan Jadwal Padat Jadi Latar Belakang

Kondisi fisik pemain turut menjadi sorotan. Mauro mengungkapkan skuadnya harus menempuh perjalanan lebih dari 60 jam setelah sebelumnya bertanding di Buriram dan Jawa. Borneo FC bahkan menjalani dua pertandingan dalam sepekan.

Tim pelatih pun bekerja ekstra memastikan waktu pemulihan pemain cukup. Situasi itu membuat persiapan menghadapi Yangon United tidak ideal, meski akhirnya tiga poin tetap diamankan.

Pertahanan Rapat 10 Pemain di Belakang Bola

Yangon United tampil bertahan dengan menempatkan banyak pemain di belakang bola. Tim asal Myanmar itu mempersempit ruang serangan Borneo FC sepanjang pertandingan.

Borneo FC berupaya membongkar pertahanan lewat sirkulasi bola, perubahan arah serangan, hingga umpan silang dari sisi lapangan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan.

“Kami tahu pertandingan seperti ini tidak mudah. Lawan bertahan dengan 10 pemain di belakang bola dan sangat kompak. Tidak mudah membongkar pertahanan seperti itu,” ujarnya.

Gol Pertama Membuka Ruang Serangan Pesut Etam

Setelah gol pertama tercipta, pertandingan berjalan lebih terbuka. Yangon United dipaksa mengubah pendekatan untuk mengejar ketertinggalan, sehingga ruang bagi Borneo FC semakin lebar.

Meski demikian, Mauro menegaskan persoalan finishing tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Peningkatan efektivitas hanya bisa didapat melalui kerja keras dan evaluasi berkelanjutan.

“Satu-satunya cara dalam sepak bola adalah bekerja keras. Tidak ada solusi ajaib. Ini hanya tentang kerja, kerja, kerja, dan insyaallah kami akan mencetak lebih banyak gol,” tegasnya.

Moussa Diarra Raih Player of the Match

Moussa Diarra terpilih sebagai Player of the Match dalam laga tersebut. Pemain Borneo FC itu menolak menganggap penghargaan individu sebagai pencapaian pribadi semata.

Moussa menilai kemenangan atas Yangon United merupakan buah kerja bersama seluruh pemain, pelatih, dan staf. Ia juga mengakui bermain di negara lain bukan perkara mudah bagi sebuah tim.

“Sebelum memulai, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas segalanya. Datang ke negara lain bukan hal mudah,” kata Moussa.

Ia meminta dukungan suporter Pesut Etam terus mengalir sepanjang perjalanan Borneo FC di kompetisi Asia. Kerja keras dan dukungan bersama dinilai dibutuhkan untuk menjaga konsistensi tim pada pertandingan berikutnya.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infosatu.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks