Pencarian

Deteksi Kanker Payudara Lewat ASI: Apa yang Perlu Ibu Tahu

Jumat, 23 Oktober 2026 • 12:51:01 WIB
Deteksi Kanker Payudara Lewat ASI: Apa yang Perlu Ibu Tahu
Peneliti University of Manchester menguji potensi DNA dalam ASI sebagai alat deteksi dini kanker payudara melalui studi BRACELET-BM.

KALIMANTAN TIMUR — Kanker payudara yang muncul saat hamil atau setelah melahirkan sering baru terdeteksi di stadium lanjut. Peneliti di University of Manchester kini menguji apakah kandungan DNA dalam ASI bisa jadi alat deteksi dini yang lebih cepat dan non-invasif. Berikut penjelasan lengkap studi BRACELET-BM dan batasannya.

Tim peneliti University of Manchester menjalankan studi bernama BRACELET-BM untuk menguji apakah air susu ibu bisa menjadi sumber informasi baru dalam mendeteksi kanker payudara. Studi ini menyorot satu masalah lama: kanker payudara terkait kehamilan dan masa menyusui kerap baru diketahui setelah penyakitnya berkembang jauh.

Perubahan jaringan payudara selama hamil dan menyusui memang membuat pemeriksaan jadi lebih rumit. Dari situ, para ilmuwan mencari jalan lain yang lebih akurat sekaligus tidak menyakitkan bagi ibu.

Apa Itu Studi BRACELET-BM?

Penelitian dipimpin Dr. Niki Flaum dari University of Manchester, berkolaborasi dengan Dr. Florent Mouliere dari CRUK National Biomarker Centre. Profesor Sacha Howell, konsultan onkologi di Manchester University NHS Foundation Trust (MFT) dan The Christie NHS Foundation Trust, turut memimpin studi.

Fokus utama riset adalah circulating tumour DNA (ctDNA), yaitu fragmen DNA yang dilepaskan sel tumor dan bisa ditemukan dalam cairan tubuh. Peneliti ingin tahu apakah DNA terkait kanker dalam ASI bisa mendeteksi penyakit ini lebih dini dibandingkan pemeriksaan darah atau pencitraan yang dipakai sekarang.

Dr. Niki Flaum menyebut ASI berpotensi memberi gambaran unik dan non-invasif soal kondisi di dalam payudara. Sayangnya, perubahan genetik dalam ASI masih minim diteliti.

"Ada kebutuhan mendesak untuk menemukan cara yang lebih baik dan lebih akurat dalam mendeteksi kanker payudara pada perempuan selama dan setelah kehamilan. Kami meyakini bahwa ASI dapat memberikan gambaran unik dan non-invasif mengenai kondisi di dalam payudara. Pengetahuan kita mengenai perubahan genetik pada ASI masih sangat minim, karena cairan biologis ini belum banyak diteliti hingga saat ini," kata Dr Flaum.

Bagaimana DNA dalam ASI Bisa Jadi Petunjuk Kanker?

Sel kanker melepaskan fragmen materi genetik yang membawa perubahan tertentu. Fragmen itu bisa menjadi petunjuk keberadaan tumor jika berhasil diidentifikasi lewat pemeriksaan laboratorium.

Dalam penelitian yang terbit di jurnal Cancer Discovery pada September 2023, ilmuwan melaporkan ctDNA dapat ditemukan dalam ASI pasien kanker payudara terkait kehamilan atau masa setelah melahirkan. Metode droplet digital PCR mendeteksi perubahan genetik tumor melalui ctDNA dalam ASI pada 87 persen kasus yang diteliti.

Sebaliknya, perubahan genetik yang sama tidak terdeteksi dalam 92 persen sampel plasma darah yang dibandingkan. Analisis lanjutan dengan next-generation sequencing menunjukkan sensitivitas klinis 71,4 persen dan spesifisitas 100 persen pada kelompok penelitian tersebut.

Yang cukup mengejutkan, pada dua kasus ctDNA sudah terdeteksi dalam sampel ASI yang dikumpulkan 18 bulan dan enam bulan sebelum

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks