PENAJAM — Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, menyatakan karakteristik lahan gambut yang sangat mudah terbakar menjadi perhatian utama saat musim kemarau. "Saat kemarau hutan, lahan, dan permukiman mudah terbakar, terutama lahan karakteristik gambut sangat mudah terbakar," ujarnya di Penajam, Sabtu.
128 Lokasi Rawan Terpetakan, Separuh di Kecamatan Penajam
Pemkab telah memetakan 128 lokasi rawan karhutla. Sebanyak 78 titik berada di Kecamatan Penajam, sementara 50 lokasi lainnya tersebar di Kecamatan Waru, Babulu, dan Sepaku. Luas lahan gambut yang paling rawan terbakar terkonsentrasi di kawasan pesisir Kecamatan Penajam, meliputi sejumlah desa dan kelurahan, serta sisanya di Waru dan Babulu.
Langkah Antisipasi: Pemetaan Sumber Air hingga Armada Lintas Instansi
BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Personel dan peralatan dipastikan siap siaga menghadapi potensi kebakaran permukiman, hutan, lahan, serta dampak kekeringan. Pemantauan titik panas (hotspot) terus dilakukan agar setiap kemunculan tidak berkembang menjadi kebakaran luas.
Pemkab juga memetakan sumber air yang bisa digunakan untuk penanganan kebakaran. Armada pemadam disiapkan melalui kerja sama lintas instansi dan kolaborasi dengan perusahaan. Mobil tangki milik sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta armada perusahaan akan dilibatkan jika diperlukan dalam proses pemadaman.
Kondisi Cuaca Semakin Kering, Hotspot Harus Segera Ditindaklanjuti
Nurlaila menekankan bahwa kondisi cuaca yang semakin kering membuat potensi kebakaran lebih mudah terjadi. Setiap kemunculan hotspot harus segera ditindaklanjuti agar tidak meluas. Kewaspadaan terhadap karhutla menjadi prioritas utama selama musim kemarau di Kabupaten Penajam Paser Utara.