Pencarian

Pemkab Kutai Timur dan KPC Jaring 80 Usahawan Muda, Bidik Penggerak Ekonomi Non-Tambang

Selasa, 22 September 2026 • 11:26:31 WIB
Pemkab Kutai Timur dan KPC Jaring 80 Usahawan Muda, Bidik Penggerak Ekonomi Non-Tambang
Peserta program penjaringan usahawan muda Kutai Timur mengikuti kegiatan penguatan kapasitas kewirausahaan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama PT Kaltim Prima Coal menjaring 80 usahawan muda untuk disiapkan menjadi penggerak ekonomi baru melalui penguatan kapasitas dan pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Penjaringan berlangsung sejak Agustus 2026 dan menyasar generasi muda yang mampu mengembangkan bisnis secara mandiri, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di daerah itu.

SANGATTA — Staf Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur, Juniarti, menyatakan peserta program mendapat kesempatan meningkatkan kemampuan kewirausahaan, mengembangkan produk, serta membangun jejaring usaha. Kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kontraktor lokal agar pengembangan wirausaha terhubung dengan ekosistem ekonomi yang sudah tumbuh di Kutai Timur.

Mengapa Usahawan Muda Jadi Prioritas Kutai Timur

Pemkab Kutai Timur memandang pengembangan usahawan muda penting untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Fokusnya mengarah ke sektor-sektor produktif di luar pertambangan yang selama ini mendominasi ekonomi daerah.

Penguatan kapasitas peserta juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah potensi lokal. Harapannya, manfaat kegiatan ekonomi dirasakan lebih luas oleh warga, bukan hanya pelaku usaha yang terlibat langsung.

Peran KPC dalam Pengembangan UMKM

Keterlibatan PT Kaltim Prima Coal menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan dan UMKM. Proses penjaringan peserta dimulai sejak Agustus 2026 dan masih berlangsung hingga kini.

Kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha ini diarahkan agar pelaku usaha muda mampu mengembangkan bisnis secara mandiri. Perluasan pasar dan penciptaan lapangan kerja menjadi dua target utama yang dibidik dari program tersebut.

80 Peserta Ditargetkan Buka Lapangan Kerja Baru

Pemerintah daerah berharap 80 peserta yang dijaring tidak sekadar mampu mempertahankan bisnis, tetapi juga berkembang dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lain. Jumlah itu menjadi modal awal penguatan sektor UMKM di Kutai Timur.

"Dengan semakin banyaknya pelaku usaha baru, perputaran ekonomi di tingkat masyarakat diharapkan semakin kuat dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kutim," kata Juniarti.

Juniarti menambahkan, program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ekosistem usaha mikro kecil dan menengah di Kutai Timur dengan memberikan ruang bagi generasi muda mengembangkan ide dan potensi usaha yang dimiliki.

Ekosistem Usaha Dibangun Lintas Pihak

Pengembangan wirausaha di Kutai Timur diarahkan tidak berjalan sendiri. Pemerintah daerah menyiapkan program ini agar terhubung dengan ekosistem ekonomi yang telah berkembang, termasuk jaringan pelaku usaha dan kontraktor lokal.

Dengan pendekatan itu, pelaku usaha muda yang lahir dari program ini diharapkan bisa langsung masuk ke rantai pasok yang ada. Dampaknya, perputaran ekonomi di tingkat kampung dan kecamatan berpeluang lebih kuat.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks