Pencarian

134 Titik Panas Karhutla Kaltim, Kabut Asap Ganggu Penerbangan hingga Sekolah Daring di Kukar

Sabtu, 19 September 2026 • 05:16:31 WIB
134 Titik Panas Karhutla Kaltim, Kabut Asap Ganggu Penerbangan hingga Sekolah Daring di Kukar

SAMARINDA — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyampaikan bahwa kabut asap telah menyebar ke berbagai wilayah dan kondisinya dapat berubah mengikuti arah angin serta dinamika atmosfer. Koordinasi dan sinkronisasi informasi dari masing-masing daerah terus dilakukan agar perkembangan di lapangan disampaikan secara seragam kepada masyarakat.

Asap Sudah Menyebar, Data Antar Daerah Disinkronkan

Buyung menegaskan informasi dari berbagai pihak perlu diselaraskan agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah warga.

"Asap sudah menyebar di wilayah Kaltim. Data dari berbagai pihak terus kami sinkronkan supaya informasi yang disampaikan sama dan tidak menimbulkan simpang siur," ujar perwakilan BPBD dalam briefing tersebut.

Briefing penanganan siaga darurat karhutla dan kekeringan digelar di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Forum itu membahas perkembangan karhutla, kondisi cuaca, kualitas udara, dan persebaran asap.

Kukar Daring, Kutim Mulai Cerah, Berau Merata Diselimuti Asap

Perkembangan cuaca di masing-masing daerah terpantau berbeda. Di Kutai Timur, hujan dilaporkan telah mengguyur beberapa desa dan sejumlah kawasan mulai lebih cerah serta sejuk dibandingkan sebelumnya.

Kondisi berbeda terjadi di Kutai Kartanegara. Kabut asap masih cukup terasa hingga berdampak pada kegiatan pendidikan, sehingga pembelajaran siswa di sejumlah wilayah harus dilaksanakan secara daring.

Perubahan cuaca dibandingkan hari sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Di Bontang, sinar matahari mulai terlihat meski kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut, setelah sebelumnya sempat turun hujan ringan.

Kabut asap dilaporkan menyebar merata di Kabupaten Berau. Kondisi itu menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berada di sekitar sumber kebakaran, tetapi dapat menjangkau wilayah lain mengikuti pergerakan asap.

Penerbangan Garuda Dialihkan ke Balikpapan

Dampak paling nyata terjadi pada sektor transportasi udara. Satu penerbangan Garuda yang semestinya mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda terpaksa dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan karena kondisi tidak memungkinkan untuk pendaratan.

Kualitas udara di kawasan sekitar Bandara APT Pranoto juga menjadi perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan pada briefing, indeks kualitas udara tercatat berada pada angka 341,7 dan masuk kategori berbahaya.

Pemantauan karhutla karena itu tidak hanya difokuskan pada upaya pemadaman di lokasi munculnya api. Pergerakan kabut asap, kualitas udara, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan transportasi terus diawasi.

BMKG Berharap Awan Hujan Perbaiki Kondisi Udara

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menyebut keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan menjadi salah satu faktor yang diharapkan membantu memperbaiki kondisi udara.

"Kami berharap awan yang berpotensi hujan dapat benar-benar menghasilkan hujan sehingga membantu memperbaiki kondisi yang ada," ujarnya.

Prakiraan cuaca menjadi pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Potensi akumulasi curah hujan kategori ringan hingga sedang menjadi bagian analisis untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.

Perbaikan Diperkirakan Mulai 19-20 September 2026

Berdasarkan analisis atmosfer, kondisi udara diperkirakan mulai menunjukkan perbaikan sekitar 19 hingga 20 September 2026. Potensi munculnya hotspot baru tetap harus diantisipasi.

Jika intensitas penyinaran matahari kembali meningkat ketika tutupan awan berkurang, permukaan lahan yang masih kering dapat kembali meningkatkan potensi kemunculan titik panas.

Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, dan sejumlah pihak terkait terus berkoordinasi serta menyelaraskan data lapangan. Informasi mengenai hotspot, kualitas udara, perkembangan cuaca, hingga peluang hujan menjadi bagian yang terus diperbarui.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi lahan yang masih kering membuat potensi kemunculan titik api baru tetap perlu diwaspadai.

Warga juga diimbau mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan cuaca di daerah masing-masing, terutama ketika kabut asap masih terjadi. Pemerintah berharap potensi hujan yang mulai muncul di sejumlah wilayah, ditambah pelaksanaan OMC, dapat membantu mengurangi kabut asap dan dampak kekeringan secara bertahap.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kutairaya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks