SANGATTA — Kapal pemancing KM Demit dilaporkan berada sekitar sembilan mil laut dari lokasi keberangkatan personel Satpolairud saat laporan masuk. Gangguan mesin membuat kapal tidak bisa bermanuver, sementara dua orang berada di atasnya tanpa kepastian pertolongan.
Personel Satpolairud Polres Kutim langsung bergerak ke lokasi begitu informasi dari nelayan diterima. Setibanya di titik koordinat, petugas menemukan KM Demit sudah terombang-ambing di laut selama kurang lebih satu jam.
Evakuasi ke Dermaga Kenyamukkan
Petugas mengevakuasi kapal dengan cara menarik KM Demit menuju Dermaga Kenyamukkan Satpolairud Polres Kutim. Dua orang di dalamnya, Barto (36) selaku pemilik kapal dan Roy (24), selamat bersama kapal.
Kasat Polairud Iptu Herianto mengatakan personel bergerak cepat setelah laporan masyarakat masuk. "Personel langsung menuju titik koordinat setelah menerima laporan masyarakat," ujar Herianto.
Menurut Herianto, seluruh proses evakuasi berjalan tanpa korban jiwa. "Dua pemancing beserta kapal berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa," katanya.
Peringatan untuk Nelayan dan Pemancing
Herianto menyebut pertolongan cepat merupakan bagian dari tugas Satpolairud melindungi masyarakat yang beraktivitas di perairan. Insiden KM Demit jadi pengingat bahwa pemeriksaan kapal sebelum melaut tidak bisa diabaikan.
Kondisi mesin, ketersediaan bahan bakar, dan perlengkapan keselamatan harus dipastikan dalam keadaan baik. Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi keadaan darurat di laut.
"Pastikan kapal layak berlayar dan segera laporkan jika mengalami keadaan darurat," tegas Herianto.
Perairan Sangatta menjadi salah satu jalur aktivitas nelayan dan pemancing di Kutai Timur. Laporan cepat dari sesama nelayan membuat proses pencarian dan pertolongan bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk.